Media Utama Terpercaya

29 September 2026, 00:16
Search

Peneliti Klaim 100 Persen Berhasil Temukan Lokasi Bahtera Nuh di Turki, Begini Penampakannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Bahtera Nuh
Peneliti Klaim 100 Persen Berhasil Temukan Lokasi Bahtera Nuh di Turki [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Turki, mu4.co.id – Tim peneliti dan arkeolog independen yang tergabung dalam Noah’s Ark Scans dipimpin oleh peneliti asal Amerika Serikat, Andrew Jones mengklaim telah mengonfirmasi 100 persen lokasi persemayaman Bahtera Nuh (Noah’s Ark).

Kelompok penelitian tersebut merilis rekaman video “pandangan pertama” dari dalam struktur bawah tanah di wilayah timur Turki. Penyelidikan berfokus pada Formasi Durupınar, sebuah situs unik berbentuk menyerupai lambung kapal raksasa di dekat Gunung Ararat yang telah menjadi pusat perdebatan dan spekulasi arkeologi alkitabiah selama bertahun-tahun.

Dalam video tersebut diperlihatkan proses pengeboran dan penurunan robot miniatur bawah tanah bernama “Gopher”, yang diturunkan ke dalam lubang bor setinggi 18 meter untuk mengambil bukti visual dari rongga bawah tanah yang telah dipetakan sebelumnya, meski sempat mengalami kendala teknis saat robot mendarat di struktur bagian dalam.

“Robot Gopher memerlukan beberapa modifikasi agar dapat melihat ke sekeliling dengan optimal, lantaran roda-rodanya mengalami kesulitan bergerak di atas sedimen tanah yang sangat gembur,” jelas tim peneliti Noah’s Ark Scans, Ahad (27/09/2026).

“Namun, sebagaimana hasil pemindaian radar yang kami lakukan sebelumnya, tidak ditemukan adanya struktur batu keras atau batuan induk (bedrock) di area rongga tersebut,” tambah laporan tersebut yang menegaskan bahwa temuan itu memperkuat indikasi keberadaan objek buatan manusia.

Baca juga: Peneliti BRIN-UGM Temukan Bakteri Probiotik Madu, Berpotensi Lawan Kanker dan Bakteri Patogen!

Formasi situs Durupınar selama ini dinilai oleh sebagian ahli geologi sebagai gundukan batuan alam. Namun, hasil pengujian terbaru menggunakan teknologi pemindaian laser serta radar penembus tanah (ground-penetrating radar) menunjukkan temuan yang berbeda.

Tim peneliti menemukan lapisan struktur geometris, garis-garis lurus, sudut siku-siku, hingga rongga-rongga besar di berbagai kedalaman. Pola-pola presisi tersebut mengindikasikan bahwa situs tersebut merupakan hasil karya atau peninggalan buatan manusia (man-made object), bukan terbentuk dari proses geologi alami.

Adapun menurut catatan sejarah alkitabiah, kapal raksasa tersebut dibangun untuk menyelamatkan umat manusia serta berbagai jenis spesies hewan dari bencana air bah dahsyat yang diperkirakan terjadi lebih dari 4.300 tahun lalu.

Meskipun rekaman perdana dari robot Gopher memberikan bukti awal berupa rongga sedimen bawah tanah, tim Noah’s Ark Scans berencana melakukan modifikasi pada unit robot untuk melanjutkan ekspedisi visual yang lebih mendalam di situs bersejarah tersebut.
(beritasatu.com)

[post-views]
Selaras