Jakarta, mu4.co.id – Atlet bulu tangkis kebanggaan Indonesia, Jonatan “Jojo” Christie, kembali menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa di luar arena pertandingan. Peraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ini memutuskan untuk mendonasikan seluruh bonus pemerintah yang diterimanya demi membantu korban bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keputusan besar tersebut diumumkan langsung oleh sang atlet melalui akun media sosial pribadinya di Jakarta pada Sabtu (7/11). Langkah spontan namun penuh pertimbangan ini diambil setelah ia menyaksikan secara langsung penderitaan yang dialami oleh masyarakat akibat bencana asap dan kekeringan.
“Ketika saya melihat kondisi saudara-saudara kita yang sedang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saya merasa ada sesuatu yang perlu saya lakukan,” kata Jojo dikutip dari Antaranews, Ahad (8/11).
Dalam ajang olahraga multievent terbesar di Asia tersebut, Jojo sukses menyumbangkan medali emas yang sangat bergengsi dari nomor beregu putra. Berdasarkan ketentuan pemerintah, bonus yang dikucurkan untuk peraih medali emas nomor beregu mencapai nilai nominal sebesar Rp1,5 miliar.
Seusai menerima pencairan dana bonus tersebut, Jojo mengaku sempat melalui proses perenungan yang cukup panjang terkait perjalanan karier profesionalnya. Di satu sisi, ia sangat bersyukur atas segala pencapaian gemilang dan rezeki yang berhasil diraih di lapangan bulu tangkis.
Baca juga: Ons Jabeur, Petenis Top Dunia Donasikan Hadiah WTA Finals untuk Palestina
Namun di sisi lain, hati nuraninya tergerak karena menyadari masih banyak sesama warga yang tengah menghadapi kesulitan hidup, kehilangan tempat tinggal, serta sangat membutuhkan uluran tangan. Oleh sebab itu, ia dengan mantap memilih mendonasikan seluruh bonusnya.
Keputusan tersebut tentu bukan hal yang mudah diambil mengingat statusnya sebagai atlet profesional yang mandiri. Jojo menjelaskan bahwa ia harus membiayai sendiri berbagai kebutuhan operasional dan perjalanan panjang untuk mengikuti rangkaian turnamen internasional.
Secara nominal, dana sebesar itu sebenarnya sangat krusial untuk menunjang biaya perjalanan turnamen bersama tim pelatih dan pendukung selama hampir satu tahun penuh. “Tentu itu bukan jumlah yang kecil bagi saya. Tetapi melihat situasi yang dialami saudara-saudara kita, saya merasa bahwa saat ini mereka jauh lebih membutuhkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Jojo membeberkan bahwa ada tiga alasan utama yang menggerakkan nuraninya untuk menyumbangkan seluruh bonus tersebut. Alasan itu meliputi nasib anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan akibat pekatnya asap, satwa liar yang kehilangan habitat aslinya, hingga upaya pemulihan ekosistem hutan yang rusak parah.
Meski menyadari bahwa bantuannya tidak akan mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang terjadi dalam sekejap, ia tetap menaruh harapan besar. “Saya berharap ada kehidupan yang bisa kita bantu, ada harapan yang bisa kita tumbuhkan kembali,” pungkasnya.















