Media Utama Terpercaya

4 Juli 2026, 20:31
Search

Operasional Haji 2026 Ditutup, 60 Jemaah Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
60 Jemaah Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi
60 Jemaah Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi [Foto: haji.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa masih 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, hingga penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Pihaknya menyebut akan terus melakukan pendampingan hingga seluruh jamaah dinyatakan laik terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia. Di saat yang sama, proses klaim asuransi bagi jamaah yang wafat juga terus dilakukan sesuai ketentuan. Menhaj menegaskan bahwa berakhirnya operasional haji bukanlah akhir dari ikhtiar peningkatan pelayanan.

“Saat ini masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi,” katanya, Rabu (01/07/2026).

Diketahui, sepanjang operasional haji tahun ini, pemerintah memberangkatkan 527 kloter yang mengangkut 202.536 jemaah haji reguler dari 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Di antara jemaah itu, sebanyak 44.247 merupakan orang lanjut usia dan 170.700 memiliki kesehatan berisiko tinggi.

Baca juga: Kemenhaj Berencana Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Jemaah Tak Sehat Berpotensi Gagal Berangkat

Sementara itu, 367 jemaah dan satu petugas haji dilaporkan meninggal di Arab Saudi. Proses klaim asuransi bagi jemaah yang wafat, terus dilakukan sesuai dengan ketentuan. Selain jemaah dengan riwayat kesehatan, ada 370 jemaah berkebutuhan khusus dan 275 yang memakai kursi roda.

“Proses klaim asuransi bagi jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci juga terus dilakukan sesuai ketentuan,” tambah Irfan.

Dalam waktu dekat, Kemenhaj akan melaksanakan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.

“Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan,”sebut Irfan.

Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan makin profesional, aman, nyaman dan berorientasi pada kebutuhan jemaah. Berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 itupun menjadi penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
(kompas.com, tempo.co)

[post-views]
Selaras