Media Utama Terpercaya

17 Mei 2026, 11:31
Search

Operasional Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia 2026 di Madinah Resmi Berakhir

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Gelombang I Haji
Ilustrasi operasional terakhir gelombang pertama jemaah haji Indonesia di Madinah. [Foto: AI/mu4.co.id]

Madinah, mu4.co.id – Fase pelayanan jemaah haji reguler gelombang pertama di Madinah resmi berakhir pada Jumat (15/5/2026), ditandai dengan keberangkatan tiga kelompok terbang (kloter) terakhir menuju Makkah. Penutupan operasional ini sekaligus menandai mulai kosongnya Kota Madinah dari jemaah haji reguler Indonesia gelombang pertama.

Tiga kloter terakhir yang diberangkatkan berasal dari Embarkasi UPG 21, KJT 20, dan BTH 14 dengan total sekitar 1.278 jemaah. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, seluruh jemaah terlebih dahulu singgah di Miqat Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah untuk mengambil niat ihram dan melaksanakan salat sunnah sebagai persiapan umrah wajib di Masjidil Haram.

Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengatakan seluruh proses pemberangkatan pada hari terakhir berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan tertib dan sesuai rencana. Hari ini Madinah secara resmi mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama,” ujarnya saat memantau langsung proses keberangkatan jemaah di Bir Ali, dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Ahad (17/5).

Sejak pukul 06.00 Waktu Arab Saudi, Khalilurrahman mendampingi petugas di Sektor 2 untuk memastikan keberangkatan jemaah BTH 14 dari hotel menuju kawasan miqat berjalan aman dan tertib. Setelah itu, ia melanjutkan pemantauan di Bir Ali dan menyapa langsung para jemaah di dalam bus.

Baca juga: Cuaca Makkah Capai 40 Derajat Celcius, PPIH Imbau Jemaah Haji 2026 Salat di Hotel!

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Semoga bapak ibu semua diberikan kesehatan, dimudahkan menjalani seluruh rangkaian ibadah, memperoleh haji mabrur, dan kembali ke tanah air bersama keluarga dalam keadaan sehat wal afiat,” katanya.

Terkait jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Khalilurrahman memastikan seluruhnya tetap mendapat pengawasan tenaga medis. Jemaah yang telah dinyatakan layak jalan nantinya akan diberangkatkan menuju Makkah dengan pendampingan khusus.

Meski jumlah jemaah di hari terakhir lebih sedikit dibanding hari sebelumnya, pelayanan petugas tetap dilakukan secara maksimal. Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, mengatakan seluruh personel tetap disiagakan penuh hingga proses keberangkatan terakhir selesai.

Pendampingan terhadap jemaah lansia dan penyandang disabilitas menjadi salah satu fokus utama pelayanan. Petugas bahkan menyiapkan fasilitas golf car bagi jemaah yang kesulitan berjalan menuju bus.

Baca juga: Panas Ekstrem di Tanah Suci, Ini Tips Dokter Agar Jemaah Haji Tetap Fit!

“Kami upayakan jamaah lansia tetap bisa melihat suasana Bir Ali dan merasa nyaman saat proses miqat tanpa harus kelelahan berjalan jauh,” jelas Divia, dilansir dari laman reami MUI, Ahad (17/5).

Selain itu, cuaca panas ekstrem juga menjadi perhatian serius petugas. Suhu udara di Madinah dalam beberapa hari terakhir mencapai 42 derajat Celsius dan diperkirakan lebih panas di Makkah saat fase Armuzna berlangsung.

Karena itu, jemaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, tidak menunggu haus saat beraktivitas, menggunakan payung, masker, serta semprotan air untuk menjaga kondisi tubuh. Jemaah juga diminta mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting agar stamina tetap terjaga menjelang puncak ibadah haji.

Usai berakhirnya operasional gelombang pertama di Madinah, sebagian besar petugas PPIH Daker Madinah mulai bergeser menuju Makkah untuk memperkuat layanan selama fase Armuzna. Setelah fase puncak haji selesai, petugas dijadwalkan kembali ke Madinah guna menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua dari Makkah.

(Kemenhaj, MUI)

[post-views]
Selaras