Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 15:13

NU Laporkan Pengunggah Logo Plesetan NU Tentang Tambang ke Polisi!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Logo NU yang diplesetkan. [Foto: JPNN.com]

Surabaya, mu4.co.id – Plesetan Nahdlatul Ulama (NU) diubah menjadi UN alias ‘Ulama Nambang’ mengakibatkan sebuah laporan ke polisi.

Akun Twitter @pasifisstate, yang mengunggah logo tersebut, dilaporkan oleh Ali Mahfud (50), seorang kader PSI di Surabaya.

Ali Mahfud merasa logo tersebut merupakan pelecehan terhadap lambang organisasi dan sebagai Nahdliyin, ia merasa prihatin bahwa ada pihak yang tidak bertanggung jawab mempermainkan logo yang merupakan simbol ulama-ulama.

“Saya merasa prihatin saja sebagai warga Nahdliyin. Merasa prihatin adanya di media sosial, Twitter (X) itu ada logo NU yang dipelesetkan menjadi ulama nambang. Itu yang kami sangat prihatin,” ucap Ali dikutip dari CNN, Selasa (25/6).

Baca Juga: NU Sudah Ajukan Permohonan Izin Tambang Batubara di Kaltim. BKPM: Izin Akan Terbit Dalam 15 Hari!

Setelah pemerintah memberikan izin pengelolaan tambang kepada organisasi Islam di Indonesia, muncullah pelesetan logo tersebut. Hingga saat ini, Nahdlatul Ulama (NU) merupaka satu-satunya yang menyatakan minatnya terhadap izin tersebut.

Laporan Ali Mahfud kemudian telah diterima Polrestabes Surabaya berdasarkan laporan nomor LPM/236/VI/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons kontroversi pelesetan logo NU yang viral di media sosial. Ketua PBNU, Moh Mukri, menganggap pelesetan logo tersebut tidak pantas.

Baca Juga: NU Alumni UGM Desak PBNU Agar Batalkan Pengajuan Izin Tambang!

Mukri menyatakan ketidaktahuannya mengenai identitas pihak yang mengedit logo NU tersebut. Namun, menurutnya, pihak tersebut tampaknya hanya tidak senang atau cemburu terhadap NU yang berpotensi mendapatkan izin pengelolaan tambang dari pemerintah.

Menurutnya, pemberian izin tambang kepada NU akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat NU di masa depan. Dia juga menilai bahwa NU telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.

“Jadi itu enggak etis lah ya. Orang yang melakukan itu tak etis,” ucap Mukri.

(CNN)

[post-views]
Selaras