Banjarmasin, mu4.co.id – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) menggelar puncak Milad ke-30 yang dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran, peluncuran logo branding dan tampilan website baru, serta program studi baru di UMBJM, Jum’at (24/7).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M. Si., dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji yang juga Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan tamu undangan lainnya.
Rektor UMBJM Prof. Dr. H. Khudzaifah Dimyati, S.H., M.Hum., mengungkapkan dalam milad ke-30 ini, UMBJM kini resmi memiliki lima program studi baru, yakni prodi Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, dan D3 Bahasa Inggris.
Baca Juga: Akselerasi Pendirian Fakultas Kedokteran, UMBJM Lakukan Studi Tiru ke UMP dan UM Gombong
“Dalam milad ini kami bersyukur karena alhamdulillah ada empat Program Studi baru. Yang pertama adalah Manajemen, yang kedua adalah PGSD, yang ketiga komunikasi, dan yang keempat adalah Ilmu Hukum. Kami juga diberi bonus oleh Kemendiktisaintek yaitu Program Studi D3 Bahasa Inggris. Jadi ada lima.” ujarnya.
Khudzaifah juga mengungkapkan proses panjang yang ditempuh UMBJM dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Salah satu tantangan terbesar adalah memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sebanyak 26 dokter.
Namun, hal itu dapat diwujudkan berkat dukungan dan sinergi jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia yang turut membantu menyediakan tenaga dokter sesuai persyaratan pendirian fakultas.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyampaikan apresiasinya atas perjalanan UMBJM yang kini memasuki usia 30 tahun. Ia optimistis, dengan berbagai pengembangan yang tengah dilakukan, UMBJM akan terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berkemajuan.
“Alhamdulillah hari ini kita hadir untuk milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dengan logo baru yang tadi sudah di launching oleh pak Rektor. Inshaa Allah apa yang disampaikan pak Rektor untuk proyeksi ke depan dengan potensi yang dimiliki, kampus ini akan menjadi kampus yang unggul dan berkemajuan,” ujar Prof. Haedar Nashir.
Dalam kesempatan itu, Haedar Nashir mengingatkan pentingnya membangun kualitas dan keunggulan perguruan tinggi agar mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, tidak boleh berpuas diri dan harus terus meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menyoroti masih minimnya perguruan tinggi Indonesia yang mampu menembus jajaran universitas terbaik dunia. Sementara itu, sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Singapura, Malaysia, hingga Brasil telah berhasil menempatkan universitasnya di peringkat dunia.
Haedar juga mengingatkan agar perguruan tinggi tidak semata-mata berlomba mengejar jumlah mahasiswa dengan mengorbankan kualitas akademik yang menjadi turun. Menurutnya, peningkatan mutu harus tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi persaingan global.
Selain itu, ia menilai berbagai kebijakan pemerintah di sektor pendidikan tinggi akan berdampak pada seluruh perguruan tinggi, termasuk swasta. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi perlakuan berbeda antara perguruan tinggi negeri dan swasta, sebab keduanya memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Muhammadiyah yang berdiri jauh sebelum Republik ini lahir, kita sudah menjadi kekuatan yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Haedar Nashir mengajak seluruh civitas akademika UMBJM dan keluarga besar Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual, kepemimpinan, maupun pemikiran, agar mampu menjadi teladan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengedepankan pendekatan dakwah yang bijaksana, serta terus menghadirkan amal usaha yang berdampak bagi umat melalui pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya.











