Media Utama Terpercaya

16 Juli 2026, 18:39
Search

Lemhannas Gembleng 25 Kepala Daerah, Hingga ke Singapura

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Lemhannas Gembleng 25 Kepala Daerah
Lemhannas Gembleng 25 Kepala Daerah [Foto: lemhannas.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Purnomo Yusgiantoro Center menyelenggarakan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026, yang diikuti sebanyak 25 kepala daerah, pada 15-28 Juli 2026.

“(Ini) untuk melakukan pendidikan bagi 25 kepala daerah terpilih, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,” kata Gubenur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dikutip dari kompas.com, Rabu (15/07/2026).

Program ini dirancang untuk membangun kesamaan visi sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala daerah dalam memahami dinamika lingkungan strategis, memperkuat ketahanan nasional, serta mengembangkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif.

Angkatan ketiga ini diikuti oleh 23 Bupati dan 2 Wali Kota. Selama 6 hari pertama, peserta mengikuti pembelajaran di Lemhannas dan Purnomo Yusgiantoro Center, dengan materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, penguatan kepemimpinan, pembangunan integritas, hingga pembekalan antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, pada hari kedua pelatihan, para peserta mendapat materi mengenai geopolitik dan kebijakan pemerintah pusat terhadap daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Kenakalan Remaja Resahkan Warga, Wali Kota Banjarmasin Rencanakan Pembinaan Barak Militer Rindam!

Selain itu, pada pekan depan, para peserta bahkan akan melanjutkan pelatihan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, selama satu pekan. Di sana, mereka akan mempelajari praktik pelayanan publik, seperti pengelolaan pendidikan, layanan kesehatan, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan.

“(Selama di Singapura), mereka nanti akan diberikan beberapa pengetahuan terutama tentang pelayanan publik ya. Pembelajaran yang dilaksanakan di Indonesia dan Singapura diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas, sehingga peserta mampu memadukan praktik-praktik terbaik dunia dengan nilai-nilai pancasila dan kepentingan nasional Indonesia,” jelas Ace.

Di samping itu, peserta juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah institusi pemerintah di Singapura untuk melihat langsung penerapan layanan publik.

Setelah kembali ke Indonesia, seluruh peserta diwajibkan menyusun proyek unggulan yang akan diterapkan di daerah masing-masing. Proyek tersebut akan dipresentasikan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri sebagai tindak lanjut hasil pelatihan. Menurutnya, sejumlah alumni angkatan sebelumnya telah menerapkan hasil pelatihan.

[post-views]
Selaras