Media Utama Terpercaya

24 Oktober 2026, 15:55
Search

Langit Banjarmasin Terlihat Kuning, Ini Penjelasan BMKG Kalsel!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
langit Banjarmasin
Kondisi langit Banjarmasin pada Jum’at (23/10). [Foto: Instagram @masjidaljihad_bjm]

Banjarmasin, mu4.co.id – Langit Banjarmasin tampak menguning sejak Jum’at (23/10) pagi, membuat membuat warga khawatir. BMKG Kalimantan Selatan mengungkap fenomena ini diduga dipengaruhi partikel di atmosfer, termasuk asap karhutla yang belum terurai sepenuhnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, menjelaskan penumpukan partikel asap dapat mengubah tampilan cahaya matahari menjadi kemerahan atau kekuningan. Kondisi serupa juga terjadi di Kalimantan Tengah akibat asap yang masih menyelimuti atmosfer.

“Jadi mungkin sama kayak di Kalteng, ketebalan asap di atas belum terurai. Makanya mataharinya kelihatan agak merah atau menguning,” jelas Klaus Johannes dikutip dari Banjarmasin Post, Sabtu (24/10).

Klaus menjelaskan, perubahan warna langit dapat dipengaruhi partikel di atmosfer, termasuk asap karhutla. Namun, tampilan langit tidak bisa menjadi patokan langsung untuk menentukan tingkat pencemaran udara yang dihirup masyarakat. Kualitas udara tetap harus mengacu pada hasil pengukuran.

Baca Juga: Aksi Demo BEM se-Kalsel Ricuh hingga Robohkan Pagar DPRD, Ini 9 Poin Tuntutannya!

“Mostly sih (terkait memburuknya kualitas udara dengan menguningnya langit, red), tapi kalau di permukaan kan sesuai dengan pengukuran kita. Dan untuk kesehatan kan yang ada di permukaan, yang kita hirup,” ujarnya.

BMKG Kalsel mengimbau masyarakat mewaspadai dampak asap karhutla terhadap kesehatan, mulai dari ISPA, gangguan tenggorokan, hingga iritasi mata. 

Klaus Johannes menyarankan penggunaan masker minimal KN95 saat beraktivitas di luar ruangan karena lebih mampu menyaring partikel halus.

Klaus menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Kalsel masih memasuki musim kemarau. Sementara itu, upaya modifikasi cuaca masih dilakukan dan diupayakan berlangsung hingga 29 Oktober 2026 untuk membantu mengurangi asap karhutla.

“Sejauh ini masih diupayakan melalui modifikasi cuaca, kemungkinan sampai tanggal 29 masih diupayakan. Semoga bisa signifikan dan bisa mengurangi asap dan dampak yang ada,” ujarnya.

(Banjarmasin Post)

[post-views]
Selaras