Media Utama Terpercaya

12 Oktober 2026, 15:58
Search

Kapal Induk Pertama Indonesia Mulai Berlayar, Singgah di Jeddah Sebelum Tiba di Tanah Air

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi, Mulai Berlayar
Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi, Mulai Berlayar [Foto: afu.id]

Jakarta, mu4.co.id – Kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia melalui skema hibah pertahanan, Giuseppe Garibaldi, resmi memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia, Senin (24/08/2026).

Dalam pelayarannya, Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan dari sejumlah kapal kombatan milik Italia. Kapal induk tersebut dikatakan akan singgah ke Jeddah dan Colombo, sebelum tiba di Indonesia.

“Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka. Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (25/08/2026).

Diketahui, kapal tersebut merupakan penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri yaitu hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia, yang disetujui dalam Rapat paripurna DPR RI pada 21 Juli 2026 lalu.

Baca juga: Sejumlah WNI Dikabarkan Tewas di Bab Al Mandab, Ini Penjelasan Kemlu!

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa 100 orang prajurit TNI AL telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu. Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan. Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelasnya.

Adapun Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 15-20 September 2026. Setibanya di Indonesia, kapal induk tersebut tidak hanya akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL, tetapi kapal tersebut selanjutnya berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada, yang juga akan dapat mengoperasikan helikopter milik TNI AD dan TNI AU.
(kompas.com, sindonews.com)

[post-views]
Selaras