Media Utama Terpercaya

15 Agustus 2026, 19:45
Search

Kadar Garam Air Tinggi Akibat Kemarau, PAM Bandarmasih Ungkap Distribusi Air Berkurang. Ini Solusinya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
PAM Bandarmasih Ungkap Distribusi Air Berkurang
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Intrusi air laut saat puncak musim kemarau membuat kadar garam air baku PT Air Minum Bandarmasih melonjak hingga 2.119 parts per million pada Senin (10/8). Kondisi ini memaksa penghentian sementara operasional Intake Sungai Bilu dan berdampak pada berkurangnya debit distribusi air.

Untuk menjaga pelayanan, PAM Bandarmasih menyiapkan sejumlah alternatif, termasuk opsi menyalurkan air berkadar garam di atas standar khusus untuk kebutuhan MCK, dengan tetap memperhatikan keamanan dan aturan yang berlaku.

“Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku. Salah satu yang sedang kami usulkan adalah pemanfaatan air untuk kebutuhan MCK, tentunya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ungkap Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, dikutip dari laman PAM Bandarmasih, Sabtu (15/8).

Penghentian sementara Intake Sungai Bilu menurunkan debit distribusi air di sejumlah wilayah Banjarmasin. Penurunan mencapai 40 persen di Banjarmasin Barat dan 39 persen di Booster S. Parman, serta sekitar 8 persen di Banjarmasin Selatan dan Timur.

Baca Juga: Bendung Katulampa Mengering Akibat Kemarau Panjang, Tinggi Air Capai 0 Sentimeter

Untuk menjaga pasokan, PT Air Minum Bandarmasih mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka ke IPA 1 sekitar 1.000 meter kubik per jam, sehingga kapasitas pelayanan IPA 1 dapat dimaksimalkan hingga 1.750 meter kubik per jam.

Jika Intake Sungai Bilu belum bisa kembali beroperasi, PT Air Minum Bandarmasih akan menyiapkan mobil tangki untuk membantu distribusi air kepada pelanggan.

Penyesuaian distribusi akan terus dilakukan sesuai kondisi air baku. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan menampung persediaan air sebagai langkah antisipasi hingga kondisi kembali normal.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” ucap Zulbadi.

(PAM Bandarmasih)

[post-views]
Selaras