Banjarmasin, mu4.co.id — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Berita duka menyelimuti keluarga besar jemaah Masjid Al-Jihad Banjarmasin, karena salah seorang jemaah tetapnya, H. Ahmad Syahril bin H. Suhaimi Abas, wafat di usia 81 tahun saat sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci tahun 1448 Hijriah.
Almarhum, yang beralamat di Jalan Soetoyo S (seberang Hotel Metro) Banjarmasin dan merupakan orang tua dari Khairunnisa, mengembuskan napas terakhirnya pada Senin, 7 Muharram 1448 H / 22 Juni 2026 M, pukul 18:30 waktu Madinah.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir di tempat paling mulia, jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di kompleks pemakaman yang diberkahi, Jannatul Baqi’ di Madinah al-Munawwarah.
Kemuliaan Wafat di Tanah Suci Madinah
Wafat di Tanah Suci, terlebih di kota Nabi (Madinah al-Munawwarah), merupakan sebuah anugerah luar biasa dan menjadi dambaan setiap orang yang beriman. Alangkah beruntungnya seseorang yang mengakhiri perjalanan hidupnya dalam keadaan beribadah menunaikan ibadah haji dan dikebumikan di tanah yang diberkahi.
Seseorang yang wafat di Madinah dan dimakamkan di Pemakaman Baqi’ akan beristirahat bersama keluarga, kerabat, serta ribuan sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Dan di hari kiamat kelak, mereka sangat beruntung karena akan mendapatkan syafaat khusus dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.
Sebagaimana diriwayatkan dari seorang sahabat Abdullah bin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menganjurkan umatnya untuk berharap di akhir hayatnya berada di kota Madinah agar mendapatkan syafaat beliau.
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
“Siapa yang bisa memilih untuk mati di Madinah, maka matilah di sana. Karena sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi siapa saja yang mati di Madinah.” (HR. Tirmidzi, No. 3917, dinilai shahih oleh Imam al-Tirmidzi dan Syekh al-Albani).
Baca juga: Kisah Fazita Khalid, Jemaah Umrah yang Tak Jadi Pulang dan Meninggal di Madinah
Selain itu, Mereka yang dimakamkan di Jannatul Baqi’ memiliki keistimewaan luar biasa yakni mereka akan menjadi golongan yang pertama kali dibangkitkan di hari akhirat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab serta penduduk Baqi lainnya sebelum seluruh umat manusia lainnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari jalur Ibnu Umar berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda
أَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ ، ثُمَّ أَبُو بَكْرٍ ، ثُمَّ عُمَرُ ، ثُمَّ آتِي أَهْلَ الْبَقِيعِ فَيُحْشَرُونَ مَعِي ، ثُمَّ أَنْتَظِرُ أَهْلَ مَكَّةَ حَتَّى أُحْشَرَ بَيْنَ الْحَرَمَيْنِ
“Akulah orang pertama yang bumi terbelah darinya (dibangkitkan), kemudian Abu Bakar, kemudian Umar. Lalu aku mendatangi penduduk makam Baqi’, maka mereka dibangkitkan bersamaku. Setelah itu aku menunggu penduduk Makkah, hingga aku dihimpun di antara dua tanah suci (Makkah dan Madinah).” (HR. Tirmidzi, No. 3692).
Keluarga besar Masjid Al-Jihad Banjarmasin mendoakan semoga segala amal ibadah haji almarhum H. Ahmad Syahril diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diampuni segala kekhilafannya, dan ditempatkan di jannah-Nya bersama para syuhada dan shalihin. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi ketetapan Allah ini. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.







![Heru Husodo, menghibahkan merek minyak goreng MANSALWA kepada Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah [PDA] se-Mataraman](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0011-300x183.jpg)







