Jepang, mu4.co.id – Perusahaan konstruksi asal Jepang, Shimizu Corporation, mengusulkan proyek Luna Ring, yakni pembangkit listrik berupa sabuk panel surya sepanjang sekitar 11.000 kilometer di garis khatulistiwa Bulan. Listrik yang dihasilkan akan dikirim ke Bumi menggunakan gelombang mikro dan laser.
Konsep ini diperkenalkan setelah bencana gempa dan tsunami Tohoku 2011 yang memicu krisis di PLTN Fukushima Daiichi sebagai upaya mencari sumber energi yang lebih aman.
Shimizu menilai Bulan lebih ideal untuk pembangkit listrik tenaga surya karena panel dapat menerima sinar Matahari hampir tanpa henti dan tanpa gangguan atmosfer.
Baca Juga: Jepang Uji Pesawat Hipersonik Mach 5, Tokyo–AS Bisa Ditempuh Hanya 2 Jam
Dalam konsep Luna Ring, energi surya diubah menjadi listrik, lalu dipancarkan ke Bumi melalui gelombang mikro dan laser untuk diterima stasiun khusus (rectenna) dan dikonversi kembali menjadi listrik.
Dilansir dari Kompas pada Sabtu (4/7), perusahaan mengklaim sistem ini berpotensi menghasilkan hingga 13.000 terawatt daya, sekaligus mendukung produksi hidrogen. Pembangunannya direncanakan menggunakan robot dengan memanfaatkan material yang tersedia di Bulan.
Meski demikian, proyek ini masih sebatas konsep dan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari teknologi transmisi energi jarak jauh, kebutuhan sistem penargetan berpresisi tinggi, hingga biaya pembangunan yang sangat besar.
Hingga kini, proyek tersebut juga belum memperoleh dukungan pendanaan, termasuk dari pemerintah.
(Kompas)















