Media Utama Terpercaya

19 Mei 2026, 12:12
Search

Jemaah Haji Indonesia 2026 Asal Sinjai Bakal Dijadikan Nama Masjid di Arab Saudi!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Indonesia 2026 tunanetra menarik perhatian Pemerintah Arab Saudi
Saifuddin, jemaah haji Indonesia 2026 tunanetra menarik perhatian Pemerintah Arab Saudi. [Foto: IDN Times Sulsel]

Sinjai, mu4.co.id – Perjuangan seorang jamaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menarik perhatian Pemerintah Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Jamaah bernama Saifuddin HM Abd Muin Saideng yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar itu bahkan dikabarkan akan diabadikan namanya untuk sebuah masjid yang direncanakan dibangun di Arab Saudi.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan perhatian khusus tersebut muncul setelah tim Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengetahui kisah perjuangan Saifuddin menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan penglihatan.

“Kami dapat info dari pembimbing ibadahnya Kabupaten Sinjai bahwa kemarin ada tim Kementerian Haji dan Umrah Pemerintah Saudi mendatangi jamaah atas nama Saifuddin yang tunanetra dan melihat langsung kondisinya,” ujarnya dilansir dari Tribun Sinjai, Senin (18/5).

Menurut Ikbal, Pemerintah Saudi juga memberikan hadiah kepada Saifuddin sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan keteguhannya menunaikan rukun Islam kelima setelah bertahun-tahun menabung.

Baca juga: Petani Asal Maros Jadi Ikon Haji 2026, Ini Kisah Inspiratifnya Hingga Diliput Media Arab!

“Kami menyaksikan, ada di foto, Pemerintah Saudi memberikan hadiah kepada tunanetra tersebut karena semangat beliau begitu besar,” katanya.

Tak hanya itu, berdasarkan informasi yang diterima dari pembimbing ibadah, Pemerintah Saudi disebut berencana membangun masjid yang akan menggunakan nama Saifuddin. Meski demikian, pihak PPIH masih menunggu kepastian realisasi rencana tersebut.

Pemerintah Arab Saudi akan bangun masjid dengan nama Haji Saifuddin. [Foto: abatanews]

Saifuddin sendiri mengaku telah mendaftar haji sejak 2014 dan bersyukur akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Di kampung halamannya, ia dikenal sebagai imam masjid yang tetap aktif memimpin ibadah meski mengalami kebutaan sejak usia SMP.

“Saya imam masjid di kampung. Saya bisa hafal (berangkat ke masjid) saat bisa melihat dulu,” ungkapnya.

Baca juga: UEA Salurkan Bantuan Rp3,3 Miliar Untuk 162 Jemaah Haji Indonesia 2026 Yang Terpilih!

Ia berangkat haji bersama empat anggota keluarganya. Perjalanan spiritual tersebut diraih setelah lebih dari 20 tahun menabung dari hasil berjualan bahan campuran dan honor sebagai imam masjid yang hanya sekitar Rp200 ribu per bulan.

“20 tahun lebih menabung. Jualan bahan campuran. Honor dari imam masjid Rp200 ribu,” katanya.

Di balik perjuangannya, Saifuddin juga menyimpan harapan agar penglihatannya suatu hari dapat kembali pulih. Ia menceritakan gangguan pada matanya bermula sejak remaja setelah merasakan sakit hebat hingga penglihatannya perlahan menghilang.

(Tribun Sinjai)

[post-views]
Selaras