Media Utama Terpercaya

15 Juli 2026, 15:16
Search

Houthi Luncurkan Rudal dan Drone ke Bandara Abha, Arab Saudi. Ini Alasannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kelompok Houthi berkumpul di Sanaa
Kelompok Houthi berkumpul di Sanaa. [Foto: Reuters]

Arab Saudi, mu4.co.id – Kelompok Houthi mengeklaim telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke Bandara Internasional Abha, Arab Saudi, pada Senin (13/7) sebagai balasan atas serangan yang disebut dilakukan Riyadh terhadap Bandara Internasional Sanaa sehari sebelumnya. 

Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menargetkan bandara di barat daya Arab Saudi menggunakan sejumlah rudal dan drone.

“Operasi militer itu berhasil mencapai sasarannya,” ungkap Yahya Saree, namun tidak menjelaskan adanya korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan, dikutip dari Tempo, Rabu (15/7).

Yahya Saree meminta maskapai menghindari wilayah udara Arab Saudi selama pembatasan penerbangan ke dan dari Bandara Sanaa, Yaman, masih berlaku. Ia juga menegaskan Houthi akan terus mengambil langkah untuk mengakhiri blokade bandara tersebut.

Baca Juga: Konflik Memanas! Yaman Umumkan Darurat Nasional, Perjanjian Keamanan dengan UEA Dibatalkan

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat rudal Houthi, sementara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Ketegangan juga dipicu oleh penerbangan Iran yang membawa delegasi Houthi ke Sanaa dan dituding melanggar kedaulatan Yaman.

Di tengah insiden tersebut, landasan pacu Bandara Sanaa dilaporkan diserang saat pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi mendekati ibu kota Yaman sehingga pesawat dialihkan ke Bandara Hodeidah, Yaman.

Houthi menuding serangan dilakukan oleh Arab Saudi, sementara pemerintah Yaman menyatakan langkah itu bertujuan mencegah pesawat Iran mendarat. Hingga kini, Riyadh belum memberikan tanggapan resmi. 

Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung sejak 2014, ketika Houthi menguasai Sanaa yang kemudian memicu intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

(Tempo)

[post-views]
Selaras