Iran, mu4.co.id – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Ahad (12/7) hingga waktu yang belum ditentukan. Angkatan Laut IRGC menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika ada campur tangan asing maupun upaya pembentukan “jalur ilegal” di kawasan selat tersebut.
Dikutip dari Kompas pada Senin (13/7), IRGC memperingatkan akan merespons keras jika Amerika Serikat melakukan tindakan terkait penutupan Selat Hormuz. IRGC juga menargetkan kapal yang mematikan sistem pelacakan atau keluar dari jalur pelayaran yang disetujui Iran.
Baca Juga: Gencatan Senjata Berakhir! AS-Iran Kembali Saling Serang
Namun, sejumlah kapal dilaporkan tetap melintas meski telah diperingatkan oleh Iran. Situasi ini terjadi setelah tiga kapal tanker komersial diserang pada awal pekan, yang kemudian memicu baku tembak antara Iran dan AS. IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup dan tidak ada kapal yang diizinkan melintas hingga campur tangan AS di kawasan tersebut berakhir.
Penutupan Selat Hormuz dilakukan hanya beberapa jam setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan akan membalas kematian ayahnya, Ali Khamenei.
“Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tercela,” tulisnya.
(Kompas)














