Banjarmasin, mu4.co.id – Memasuki musim kemarau, pasokan air bersih di Kota Banjarmasin mulai terdampak setelah debit air baku dari Irigasi Riam Kanan, salah satu sumber utama PAM Bandarmasih, turun drastis hingga tidak lagi dapat dimanfaatkan. Akibatnya, distribusi air ke sejumlah wilayah di Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan ikut menurun.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi tersebut terjadi dalam dua hari terakhir. Bahkan elevasi air di irigasi sempat mencapai nol sehingga tidak bisa digunakan sebagai sumber produksi.
“Biasanya meski musim kemarau, kami masih bisa mengambil air baku dari irigasi Riam Kanan. Namun, dua hari terakhir kondisinya turun hingga nol level,” ujar Zulbadi dikutip dari Radar Banjarmasin, Rabu (15/7).
Sebagai langkah darurat, PAM Bandarmasih mengandalkan pasokan air baku dari Intake Sungai Tabuk. Namun, kapasitasnya baru mampu memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan produksi IPA II Pramuka yang mencapai 5.800 meter kubik per jam.
Baca Juga: Irigasi Riam Kanan Akan Dikeringkan, PUPR Kalsel Lakukan Perbaikan Saluran
Meski debit air dari Sungai Tabuk mulai meningkat dalam dua hari terakhir, jumlahnya masih belum mencukupi akibat dampak musim kemarau yang menurunkan muka air sungai dan mengeringkan saluran irigasi dari Riam Kanan.
“Kalau stok air baku sudah mencukupi, distribusi ke wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan akan kami sesuaikan kembali hingga normal,” tuturnya.
Zulbadi memastikan penurunan pasokan tidak memengaruhi kualitas air yang diterima pelanggan. Menurutnya, seluruh proses pengolahan tetap memenuhi standar Kementerian Kesehatan. Ia pun berharap curah hujan di wilayah hulu segera meningkat agar debit Sungai Riam Kanan kembali normal dan pasokan air baku pulih.
“Kami mohon pengertian masyarakat atas kondisi ini. Mudah-mudahan, hujan segera turun di wilayah hulu agar sumber air baku kembali normal,” ucapnya.
(Radar Banjarmasin)













