Kalimantan Barat, mu4.co.id – Sebuah helikopter jenis Airbus Helicopters EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX dilaporkan jatuh saat menjalankan penerbangan di Kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
Helikopter yang dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara itu diketahui lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 sekitar pukul 07.37 WIB.
Dalam perjalanan, pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat (SOS) pada pukul 08.39 WIB dari kawasan hutan. Namun, tak lama kemudian komunikasi terputus.
Baca juga: Pesawat Pengangkut BBM ke Wilayah Perbatasan Jatuh di Kalimantan Utara, Bagaimana Nasib Pilot?
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa pada pukul 09.15 WIB helikopter dinyatakan hilang kontak.
“Selanjutnya, pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak dan pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia, Ahad (19/4).
Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Pilot diketahui bernama Capt. Marindra Wibowo, dengan engineer Harun Arasyid. Sementara enam penumpang lainnya adalah Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, Sugito, serta satu warga negara Malaysia bernama Patrick.
Tim SAR gabungan yang dikerahkan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter di area hutan. Namun, seluruh korban dipastikan tidak selamat.
Baca juga: Pesawat Air India Berjenis Boeing 787 Dreamliner Bawa 242 Penumpang Jatuh, Hanya 1 Selamat!
Proses evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, AirNav Indonesia, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini,” kata Lukman.
Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara turut menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Masyarakat juga diimbau untuk menunggu informasi resmi dan tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan.
(CNBC Indonesia)












