Halmahera Utara, mu4.co.id – Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, berubah menjadi tragedi setelah tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat letusan vulkanik yang terjadi pada Jumat (8/5/2026).
Gunung Dukono tercatat mengalami erupsi sekitar pukul 07.41 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 10 ribu meter di atas puncak kawah. Material vulkanik yang dimuntahkan gunung aktif tersebut kemudian menghantam kawasan sekitar jalur pendakian.
Korban meninggal terdiri dari satu warga negara Indonesia berinisial E serta dua warga negara Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa tim SAR gabungan menemukan korban WNI pada Sabtu (9/5/2026) sekitar 50 meter dari bibir kawah dalam kondisi tertimbun pasir vulkanik.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Begini Kondisi Terkini Warga dan Pendaki yang Terjebak!
“Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik,” ujarnya dilansir dari detik, Jum’at (15/5).
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani menambahkan bahwa dua korban asal Singapura ditemukan sehari kemudian di titik sekitar 13 meter dari bibir kawah.
“Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” jelasnya.
Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan autopsi.
Baca juga: Agar Pelacakan Lokasi Lebih Akurat, Pendaki Gunung Gede Pangrango Diwajibkan Mengenakan Gelang RFID!
Tragedi ini turut menyoroti aktivitas pendakian ilegal di Gunung Dukono. Sebab, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya telah menutup seluruh aktivitas wisata dan pendakian sejak 17 April 2026 menyusul status gunung berada pada Level II atau Waspada.
Polres Halmahera Utara kini menyelidiki dugaan kelalaian dalam perjalanan pendakian tersebut. Enam orang, termasuk pemandu dan porter, telah dimintai keterangan oleh penyidik.
“Yang diperiksa enam orang, guide-nya sama porter,” ungkap Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu.
Ia menegaskan aktivitas pendakian seharusnya tidak dilakukan karena kawasan Gunung Dukono sedang berada dalam status rawan erupsi dan telah dinyatakan tertutup bagi wisatawan.
(detik, BNBP)













