Banjarbaru, mu4.co.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mendukung upaya Kota Banjarbaru menjadi pusat gastronomi dunia, yaitu konsep yang mengangkat kuliner sebagai bagian dari budaya, seni, dan pengalaman wisata yang mencerminkan kekayaan cita rasa serta tradisi lokal suatu daerah.
Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru yang dirangkaikan dengan Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi, di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru, Senin (20/04/2026).
Menteri Maman menekankan penguatan identitas kuliner lokal dapat menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan pengusaha UMKM. “Soto banjar sebagai makanan khas Banjar memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM sektor kuliner untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Maman, dilansir dari laman resmi umkm.go.id, Selasa (21/04/2026).
Baca juga: Ribuan Warga Rayakan Puncak Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, 15 Ribu Soto Banjar Warnai Perayaan!
Berdasarkan data Kementerian UMKM, Banjarbaru memiliki 42.114 unit usaha, yang terdiri atas 41.552 usaha mikro, 491 usaha kecil, dan 71 usaha menengah. Struktur ini menunjukkan dominasi usaha mikro sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dari sisi inklusivitas, kepemilikan usaha antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, mencerminkan peran signifikan perempuan dalam menggerakkan perekonomian lokal. Selain itu, terdapat 1.073 pengusaha UMKM dari kalangan penyandang disabilitas, yang memperkuat karakter ekonomi Banjarbaru yang terbuka dan inklusif.
Menteri Maman juga menonjolkan kekayaan budaya Banjarbaru yang menjadi kekuatan ekonomi kreatif, seperti batik sasirangan dan tradisi lisan Madihin. Keberagaman ini tidak hanya memperkaya identitas daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi produk UMKM melalui narasi budaya yang kuat.
“Kuliner khas Banjarbaru tidak hanya soto banjar, tetapi juga beragam produk lainnya yang perlu terus diperkuat pemasarannya. Pemerintah akan mendorong dukungan permodalan dan kemudahan perizinan agar pengusaha UMKM dapat berkembang lebih optimal,” sambungnya.
Menurut Maman, Banjarbaru memiliki potensi besar untuk menjadi model kota berbasis ekonomi kreatif dan UMKM, yang didukung oleh tata kota yang tertata, kerakyatan ekonomi yang kuat, serta nilai kebersamaan Masyarakat.
“Salah satu tantangan utama adalah masuknya produk impor ilegal yang menghambat daya saing produk lokal. Kita perlu memastikan pasar dalam negeri tetap aman dan berpihak pada pengusaha UMKM Indonesia,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Banjarbaru, untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi yang tangguh.
Sebelumnya, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, H Riandy Hidayat, serta sejumlah anggota DPRD Kota Banjarbaru menyambut langsung kedatangan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, di Bandara Syamsudin Noor saat Ahad (19/04/2026) malam.
Menariknya, kedatangan Maman Abdurrahman juga disambut langsung oleh para pelaku UMKM Banjarbaru. Mereka datang dengan semangat dan optimisme, membawa harapan besar akan hadirnya kebijakan yang lebih berpihak dan berdampak nyata.
Wali Kota Lisa menegaskan bahwa kunjungan Menteri UMKM menjadi momen penting bagi Banjarbaru, terlebih bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. “Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga peluang besar bagi kami untuk mempercepat penguatan UMKM. Kami ingin pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” tegasnya, dikutip dari laman mediacenter.banjarbarukota.go.id, Senin (21/04/2026).





![Direktur Registrasi dan Identifikasi [Dirregident] Korlantas Polri, Wibowo](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_8682-300x200.webp)








