Media Utama Terpercaya

4 Oktober 2026, 15:12
Search

Dibajak Sejak 21 April 2026, Aparat Militer Puntland Berhasil Bebaskan Sandera Kapal MT Honour 25

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pembajakan KM MT Honour 25
Pembajakan Kapal MT Honour 25 [Foto: BBC]

Somalia, mu4.co.id – Kapal MT Honour 25, sebuah kapal tanker yang mengangkut sekitar 18.500 barel minyak menuju ibu kota Somalia, Mogadishu, dibajak kawanan perompak bersenjata pada 21 April lalu di lepas pantai Somalia.

Kapal tanker tersebut kemudian berlabuh di dekat pantai Somalia, di antara Kota Xaafun dan Bander Beyla.

Kapal itu diawaki 17 pelaut. Empat diantaranya merupakan WNI, yakni

  • Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan;
  • Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan;
  • Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah;
  • Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Selama penyanderaan, kawanan perompak berupaya meminta tebusan kepada pihak perusahaan. Namun, tuntutan itu tidak mendapat titik terang. Selama beberapa lama, kondisi para sandera kian buruk. Banyak di antara mereka jatuh sakit. Selain itu, persediaan makan dan minum di atas kapal menipis.

Setelah 5 bulan berjalan, aparat bersenjata Puntland—wilayah semi-otonomi di Somalia—melakukan penyerbuan terhadap para perompak yang membajak kapal MT Honour 25 pada Selasa pagi, 29 September 2026.

Pejabat setempat mengatakan bahwa 16 terduga perompak telah ditangkap, sementara pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran. Dalam upaya itu, aparat dan kawanan bajak laut sempat baku tembak.

Dalam keterangan kepada BBC Somali, Wakil Menteri Informasi Puntland, Bile Qabowsade, mengatakan bahwa kelompok perompak menembak lima orang sandera sebelum aparat menaiki kapal tanker MT Honour 25.

Baca juga: Kapten Kapal WNI Disandera Perompak Somalia. Begini Kronologinya!

Korban sandera yang tewas terdiri atas tiga warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar. Sedangkan dari pihak perompak, ada juga yang meninggal.

Syamsuddin, orang tua dari Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25 menceritakan bahwa anaknya berhasil dibebaskan dalam keadaan selamat. Lalu Ashari langsung menghubunginya.

“Anak saya [Ashari] sudah ambil dia punya hp. Dia sampaikan apa yang ada. Tapi dalam kondisi yang masih kacau,” kata Syamsuddin dikutip dari BBC, Ahad (4/10).

Sebanyak tujuh ABK MT Honour 25 yang telah berhasil dibebaskan dari kawanan perompak Somalia dibawa ke wilayah Bosaso dengan pengawalan ketat dari aparat.

Dari ketujuh orang tersebut, tiga di antaranya merupakan WNI, yaitu Ashari Samadikun, Wahudinanto, dan Adi Faizal, empat orang lainnya dari Pakistan.

Sementara itu, lima ABK yang mengalami luka-luka menjalani perawatan medis di rumah sakit terdekat yang terletak di wilayah Gorawe.

Menurut Syamsuddin, berdasarkan keterangan Ashari kepadanya, salah satu korban luka adalah seorang WNI bernama Fiki Mutakin.

Syamsuddin mengatakan belum ada kepastian terkait kapan keempat WNI tersebut akan dipulangkan ke Indonesia.

“Kru yang dari Indonesia ini mau diberangkatkan pulang kalau sudah sehat-sehat. Anak saya [Ashari] belum mau pulang kalau belum bersama Fiki,” sambungnya.

[post-views]
Selaras