Banjarmasin, mu4.co.id – Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 34,53 juta transaksi atau tumbuh 90,13% secara tahunan.
“Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan jumlah pengguna QRIS yang mencapai sekitar 850 ribu pengguna atau tumbuh 10,8 persen serta jumlah merchant yang menembus 584 ribu atau meningkat 29,5% dibandingkan periode sebelumnya,” kata Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, dikutip dari Antara, Selasa (07/07/2026).
Selain itu, BI juga mencatat seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah berada pada kategori digital dengan skor indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di atas 89%.
“Akselerasi ekonomi dan keuangan digital menjadi salah satu fokus utama Bank Indonesia melalui perluasan penggunaan QRIS, penguatan layanan BI-FAST, serta peningkatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah guna mendorong efisiensi transaksi dan memperkuat ekosistem ekonomi digital,” ujarnya.
Baca juga: Transaksi QRIS Jakarta Capai 38 Persen dari Total Nasional, Seluruh Pasar DKI Sudah Gunakan QRIS
Di samping itu, Bank Indonesia juga mencatat perekonomian Kalimantan Selatan tetap menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh 5,67% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61%.
Meski demikian, Ricky mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga karena inflasi Kalimantan Selatan pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,22% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada pada level 3,08%.
BI pun menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah, akselerasi ekonomi dan keuangan digital, penyediaan uang rupiah berkualitas, serta penguatan tata kelola guna mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.













