Media Utama Terpercaya

22 Oktober 2026, 16:35
Search

Benda Logam 9 Meter Ditemukan di Perkebunan Sawit Kalteng, BRIN Duga Serpihan Roket China

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Benda Logam 9 Meter Ditemukan di Perkebunan Sawit Kalteng
Benda Logam 9 Meter Ditemukan di Perkebunan Sawit Kalteng [Foto: Antara]

Kotawaringin Timur, mu4.co.id – Sebuah benda logam ditemukan di perkebunan kelapa sawit dekat permukiman pekerja di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada Senin (19/10/2026) pagi. Beruntungnya tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat kejadian itu.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menduga kuat benda logam sepanjang sekitar sembilan meter tersebut merupakan serpihan roket Zhuque-2E milik China. Dugaan tersebut didasarkan pada kesesuaian lintasan orbit bekas roket dengan waktu setelah warga mendengar dentuman keras pada Ahad (18/10/2026) malam sebelum benda itu ditemukan.

Petugas kemudian Kembali menerima laporan penemuan serpihan kedua yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi pertama pada Selasa (20/10/2026) pagi. Kedua benda tersebut sedang diperiksa di pangkalan udara militer terdekat untuk memastikan asal serta karakteristik materialnya.

“Kami berencana memeriksanya. Dari foto-foto yang ada, benda itu tampak berbentuk bulat dan berkaitan dengan benda pertama. Materialnya juga tampak seperti paduan aluminium, tetapi kami masih perlu memastikannya,” ujar kata Juru bicara otoritas penerbangan sipil Indonesia, Zachrudien.

Baca juga: Bantu Arab Saudi Tangkal Serangan Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur Typhoon

Lantas mengapa serpihan roket dapat mencapai daratan? Roket dan wahana antariksa dapat kembali memasuki atmosfer Bumi setelah tidak lagi menjalankan fungsinya. Interaksi dengan udara saat benda tersebut melaju dengan kecepatan tinggi menimbulkan pemanasan ekstrem.

Menurut Badan Antariksa Eropa, risiko seseorang menjadi korban benda antariksa yang memasuki atmosfer secara tidak terkendali tergolong rendah. Namun, ESA mengingatkan bahwa risiko akibat sampah antariksa meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu pekerja, Wardi, menemukan benda logam berukuran besar di tempatnya bekerja merupakan pengalaman yang tidak biasa. Ia bersyukur tidak ada pekerja di lokasi ketika benda tersebut jatuh. Menurutnya, pekerjaan di perkebunan akan sulit dijalankan apabila para pekerja harus terus mengkhawatirkan kemungkinan benda dari luar angkasa jatuh ke tempat mereka beraktivitas.

Meski demikian, para pekerja hanya bisa menjalani aktivitas seperti biasa. “Kami hanya bisa menyerahkannya kepada takdir. Apa lagi yang bisa kami lakukan?” ujarnya. Sementara itu, otoritas Indonesia masih memeriksa kedua serpihan untuk memastikan asal dan karakteristik materialnya.

(kompas.com)

[post-views]
Selaras