Bogor, mu4.co.id – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan beserta anggota melaksanakan studi komparasi ke Kebun Raya Bogor, guna mempelajari pengelolaan ruang terbuka hijau, yang dapat diterapkan di Kebun Raya Banua, Senin (22/06/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Kebun Raya Bogor memaparkan berbagai strategi pengelolaan kawasan, mulai dari konservasi ribuan koleksi tanaman, sistem irigasi ramah lingkungan, hingga penataan kawasan sains yang terintegrasi dengan fungsi pendidikan dan pariwisata. Selain itu, pihaknya juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan seperti rumah kaca, herbarium, taman tematik, jalur pedestrian, serta berbagai sarana pendukung wisata edukasi yang dikelola secara profesional.
Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur, Apt. Mustaqimah, S.Farm., M.Si. mengatakan Kunjungan itu menjadi referensi penting dalam upaya pengembangan Kebun Raya Banua agar semakin menarik sebagai destinasi wisata sekaligus pusat edukasi dan konservasi.
“Selain mempromosikan Kebun Raya Banua yang ada di Kalimantan Selatan, ke depan kami juga akan segera mendorong pembangunan tempat pertemuan, taman, gazebo, dan berbagai fasilitas lainnya yang telah direncanakan oleh tim Kebun Raya Banua. Termasuk penambahan koleksi tanaman untuk anak-anak, tanaman aromatik, dan berbagai jenis tanaman edukatif lainnya. Hasil studi komparasi ini menjadi referensi penting agar Kebun Raya Banua memiliki daya tarik wisata dan edukasi yang semakin kuat,” ujar Mustaqimah, dilansir dari dprd.kalselprov.go.id, Senin (22/06/2026).
Baca juga: Sejak 1 April 2026, Pintu Masuk Kebun Raya Banua Berpindah ke Gerbang Utara. Ini Alasannya!
Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan Kawasan Sains, Widya Ayu Pratiwi, menyambut baik kunjungan Komisi III DPRD Kalsel dan mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Kebun Raya Banua.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Komisi III DPRD Kalimantan Selatan. Dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sebuah kebun raya. Oleh karena itu, sinergi dan dukungan anggaran yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam pengembangan Kebun Raya Banua ke depan,” ungkapnya.
Dari hasil kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kalsel mencatat sejumlah aspek yang dapat menjadi acuan pengembangan Kebun Raya Banua, di antaranya penataan jalur pedestrian yang nyaman, penyediaan gazebo dan ruang terbuka publik, pembangunan fasilitas edukasi, serta penguatan fungsi konservasi tanaman langka.
Selain meningkatkan daya tarik wisata, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mendukung kegiatan penelitian, pembelajaran, dan pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan Selatan.
Hasil studi komparasi ini selanjutnya akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ruang terbuka hijau serta pengembangan wisata edukasi yang berkelanjutan di daerah.














