Media Utama Terpercaya

29 Juli 2026, 19:16
Search

AS Walkout dari Sidang DK PBB, Protes Pernyataan Keras Prancis

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
AS Walkout dari Sidang DK PBB
AS Walkout dari Sidang DK PBB [Foto: setneg.go.id]

Jenewa, mu4.co.id – Perwakilan Amerika Serikat (AS) meninggalkan ruang sidang (walkout), saat Prancis mulai menyampaikan pernyataannya dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB yang berfokus pada perang Rusia-Ukraina, Senin (27/07/2026).

Para diplomat AS tidak terima Prancis menyamakannya dengan Korea Utara (Korut) dan negara-negara otoriter lainnya terkait pemungutan suara tentang hak asasi manusia (HAM). Sebelumnya, juga sempat terjadi percekcokan terkait penolakan AS atas perpanjangan masa jabatan kepala dewan hak asasi manusia (HAM) PBB, Volker Turk yang dijabat selama 4 tahun.

“Amerika dulu adalah simbol hak asasi manusia, tetapi tidak lagi. Hari ini, negara ini berdiri di samping Korea Utara, Nikaragua, Mali, dan Rusia, dan menjadi terisolasi; dan dunia tidak lagi mendengarkannya,” demikian pernyatan Perwakilan Prancis untuk PBB, di media sosial X, Sabtu (25/07/2026).

Baca juga: Menlu Retno Keluar Ruangan Saat Dubes Israel Pidato di PBB

Aksi tersebut tergolong langka mengingat Amerika Serikat dan Prancis sama-sama merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.

Sementara itu, Pejabat senior dan perwakilan alternatif AS untuk Majelis Umum PBB, Dan Negrea, mengecam apa yang disebutnya sebagai ‘pencitraan yang tidak tulus’ oleh Paris.

“Ada seorang anggota dewan ini yang akan berpura-pura marah secara moral dan berpura-pura menggurui kita semua tentang setiap topik, baik itu tentang konflik yang sedang kita bahas lagi hari ini, atau bahkan hal-hal yang tidak terkait dengan perdamaian dan keamanan internasional, seperti hak asasi manusia. Itulah mengapa kami keluar ruangan selama intervensi Prancis,” kata Negrea.

Lebih lanjut, Negrea mengatakan bahwa Amerika Serikat yang tetap menjadi mercusuar kebebasan bagi dunia. “Karena itu, kami tidak akan memberi mereka kesempatan untuk mendengarkan omong kosong mereka yang dipolitisasi,” ujarnya.

(sindonews.com)

[post-views]
Selaras