Media Utama Terpercaya

17 April 2026, 14:48
Search

AS Tegakkan Blokade, Pelabuhan Iran Diawasi Ketat

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pelabuhan Iran Diawasi Ketat
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Iran, mu4.co.id – Militer Amerika Serikat resmi memulai blokade pelabuhan Iran pada Senin (13/4) pukul 10.00 EDT (21.00 WIB) dengan tujuan untuk membuka jalur Selat Hormuz. 

“Blokade akan ditegakkan secara tidak memihak terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” ujar Komando Pusat AS, Centcom, dikutip dari BBC, Rabu (15/4).

Operasi ini dijalankan US Central Command atas perintah Presiden AS Donald Trump dengan tujuan menghentikan kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Laut Oman.

Berdasarkan laporan, kapal tanpa izin akan dicegat atau ditahan, sementara kapal pembawa makanan dan obat masih diizinkan melintas setelah pemeriksaan.

Citra satelit menunjukkan kapal induk USS Abraham Lincoln telah bersiaga di timur Teluk Oman sejak 11 April 2026, didukung dua kapal perusak berpeluru kendali. 

Baca Juga: Negosiasi AS dan Iran Belum Capai Kesepakat. Selat Hormuz Jadi Sebab Utamanya!

Sebelumnya, Trump mengancam blokade setelah perundingan kedua pihak di Islamabad gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Presiden Donald Trump menegaskan kapal yang membayar pungutan ilegal tidak akan mendapat jalur aman di laut lepas. Ia juga menyatakan militer Amerika Serikat akan terus membersihkan ranjau di Selat Hormuz untuk menjamin keamanan pelayaran, serta menegaskan pasukan AS dalam kondisi siap tempur dan siap melanjutkan serangan terhadap Iran pada waktu yang dianggap tepat.

Reaksi Iran terhadap langkah AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan AS dan Iran sebenarnya hampir mencapai kesepakatan dalam perundingan damai di Pakistan. Namun, menurutnya, Teheran kemudian menghadapi sikap AS yang dinilai semakin maksimalis, tuntutan yang terus berubah, serta ancaman blokade.

Ketua Parlemen Iran yang memimpin perundingan di Pakistan, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyindir keputusan AS tersebut melalui unggahan di platform X.

“Nikmati angka harga di pompa saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’ itu, tak lama lagi kalian akan bernostalgia dengan harga bensin 4–5 dolar AS,” tulisnya.

Baca Juga: Bukan Dolar! Iran Terapkan “Tol Bitcoin” di Selat Hormuz, Kapal Bayar hingga Rp32 Miliar!

Mohammad Bagher juga menegaskan Iran tidak akan menyerah di bawah ancaman. 

Menanggapi ancaman Trump untuk memblokade semua kapal di Selat Hormuz, Islamic Republic of Iran Navy menyatakan kapal militer yang mendekat akan ditindak keras.

Dampak Blokade Pelabuhan Iran

Pakar pelayaran Lars Jensen menilai ancaman Trump memblokade pelabuhan Iran hanya berdampak kecil dalam jangka pendek karena sedikit kapal yang masih melintas. 

Larangan jalur aman bagi kapal yang membayar pungutan ke Iran tidak banyak berpengaruh karena perusahaan tersebut sudah berisiko terkena sanksi.

“Pertama-tama, hanya ada sangat sedikit kapal yang melintas. Dari jumlah itu, lebih sedikit lagi yang membayar, dan yang membayar sudah akan dikenai sanksi Amerika,” ungkap Lars Jensen.

Lars Jensen menyebut sebagian besar perusahaan pelayaran masih bersikap menunggu perkembangan kemungkinan kesepakatan damai sementara. Jika kesepakatan tercapai dan bertahan, aktivitas pelayaran diperkirakan akan pulih secara bertahap.

(BBC)

[post-views]
Selaras