Jakarta, mu4.co.id – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Aminudin Aziz mengungkapkan pemangkasan anggaran yang signifikan berdampak pada sejumlah program literasi, termasuk terganggunya penyaluran bantuan buku.
“Bahwa betul dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi itu menjadi terganggu. Misalnya tadi disampaikan juga terkait dengan bantuan buku misalnya,” ungkap Aminudin dikutip dari Kompas, Sabtu (18/7).
Sebelumnya, dilaporkan bahwa anggaran Perpusnas pada 2026 turun menjadi Rp377,9 miliar dari Rp721 miliar pada 2025.
Menurut Aminudin Aziz, penurunan anggaran tersebut berdampak pada program bantuan buku yang sebelumnya telah disalurkan ke desa-desa dan lembaga pemasyarakatan serta mendapat respons positif dari masyarakat.
“Kami kan membuat inisiatif pembagian buku ke setiap desa, taman baca masyarakat, lapas, puskesmas itu tahun 2024-2025. Satu lokus 1.000 buku. Ini kan disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan ini mendapatkan respons yang sangat-sangat positif,” jelasnya.
Aminudin mengatakan Perpusnas tidak lagi dapat menyalurkan bantuan buku pada 2026 akibat pemangkasan anggaran.
Kondisi tersebut juga membuat sejumlah program literasi, termasuk bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pembangunan, renovasi, fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan meubelair perpustakaan di daerah, terpaksa dihentikan.
(Kompas)




![Rapat Dengar Pendapat Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Jabar dengan Komisi VIII DPR RI, Senin [6/7]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_1191-300x169.jpeg)







