Media Utama Terpercaya

3 November 2026, 23:55
Search

Masyarakat hingga Influencer Ramai Boikot Raffi Ahmad, Ada Apa?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Raffi Ahmad
Raffi Ahmad di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026. [Foto: KBKNews]

Jakarta, mu4.co.id – Raffi Ahmad, Entertainer sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menuai kritik setelah menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 pada 29 Oktober, yang diduga menjadi tandingan aksi demo mahasiswa pengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Oktober 2026.

Polemik ini memicu seruan boikot, protes saat Raffi menghadiri acara kepemudaan, hingga pengunduran diri dari sejumlah UMKM dan pengisi acara RANS Carnival di Yogyakarta.

Baca Juga: Demo di Hari Sumpah Pemuda, Ini Tuntutan Massa dan Situasi di Bundaran HI

Kontroversi bermula setelah Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 digelar pada 29 Oktober di Bundaran HI, Jakarta, tepat sehari usai ribuan mahasiswa berunjuk rasa di lokasi yang sama.

Kehadiran Raffi Ahmad bersama peserta berjaket almamater berbagai kampus menuai sorotan karena acara tersebut dituding sebagai upaya memecah gerakan mahasiswa yang mengkritik pemerintah.

Kecurigaan publik menguat setelah seseorang yang mengenakan jaket almamater kampus mengaku sebagai mahasiswa, meski bukan mahasiswa dari almamater kampus yang ia kenakan. Orang tersebut menyebut tergabung dengan komunitas dan mendapat bayaran untuk hadir sebagai mahasiswa.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa sebagian peserta deklarasi bukan mahasiswa yang datang secara sukarela, sekaligus juga menyeret nama Raffi Ahmad yang hadir dalam acara tersebut.

Protes berlanjut saat Raffi menjadi pembicara dalam Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 30 Oktober. Seorang peserta mengacungkan tiga jari ketika Raffi tampil di panggung, sebelum akhirnya diamankan dan diarahkan keluar ruangan.

Baca Juga: Simbol Tiga Jari Ramai di Media Sosial saat Demo 28 Oktober 2026. Apa Artinya?

Menanggapi kritik tersebut, Raffi Ahmad menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026. Melalui Instagram, ia juga mengaku tidak mengetahui terkait pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan peserta yang hadir.

Raffi menegaskan menghormati aksi mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Menurutnya, menyampaikan aspirasi merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa memiliki peran penting.

(Suara.com)

[post-views]
Selaras