Media Utama Terpercaya

28 Oktober 2026, 04:45
Search

Antisipasi Dampak Perang, Singapura Simpan Minyak Arab Saudi di Gua Bawah Tanah

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Minyak Arab Saudi
Singapura Simpan Minyak Arab Saudi di Gua Bawah [Foto: bloombergtechnoz.com]

Jakarta, mu4.co.id – Singapura akan menyimpan minyak Arab Saudi di dalam gua-gua bawah tanah di negara kota tersebut mulai paruh kedua tahun depan, sebagai bagian dari rencana untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin timbul akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Langkah tersebut diambil menyusul berbagai gangguan di Selat Hormuz dan Laut Merah jalur utama ekspor minyak mentah Arab Saudi serta serangan terhadap jaringan pipa utama dan infrastruktur energi lain milik kerajaan tersebut.

“Kesepakatan ini meningkatkan ketahanan rantai pasok minyak mentah Arab Saudi di Asia Tenggara, sekaligus berkontribusi pada keamanan dan ketahanan energi Singapura jika terjadi gangguan pasokan,” kata Tan See Leng, Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, dalam pidatonya di konferensi Singapore International Energy Week, Senin (26/10/2026).

Baca juga: Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak Tajam, Ini Faktor Pendorongnya

Menteri Tan menyatakan Aramco akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Energy Market Authority (Otoritas Pasar Energi) Singapura dan JTC, dengan target merampungkan negosiasi dalam beberapa bulan ke depan.

“Mendekatkan pasokan ke pasar utama Asia akan memperkuat fleksibilitas jaringan pasokan kami, serta mendukung keamanan dan kesiapan pasokan bagi Singapura. Kami melihat potensi kerja sama ini untuk terus berkembang lebih jauh,” kata Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Adapun minyak mentah tersebut akan disimpan di Jurong Rock Caverns, yang terletak di kawasan petrokimia dan kilang minyak di bagian selatan Singapura. Gua bawah tanah di Jurong mampu menampung hingga 1,47 juta meter kubik hidrokarbon cair, termasuk minyak mentah dan kondensat. Kapasitas ini setara dengan sekitar 9 juta barel minyak.

Kedepan CEO perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, Amin Nasser mengungkap Riyadh tengah menjajaki pembicaraan dengan pemerintah negara lain untuk mendapatkan akses ke fasilitas penyimpanan.
(bloombergtechnoz.com)

[post-views]
Selaras