Media Utama Terpercaya

26 Oktober 2026, 10:57
Search

Lelah dengan Perang Agama di AS, Mantan Presiden AS Bill Clinton Kutip Al-Qur’an Surah Al-Hujurat

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Bill Clinton
Mantan Presiden AS Bill Clinton kutip Al-Qur'an Surah Al-Hujurat [Foto: Jawapos]

Washington DC, mu4.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-42 Bill Clinton yang pernah menjabat selama dua periode, yaitu dari 20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001 menyampaikan pembelaan tegas terhadap umat Muslim di tengah pertarungan politik yang semakin memanas terkait Abdul El-Sayed, kandidat Senat dari Partai Demokrat.

“Saya lelah melihat orang-orang merendahkan umat Muslim hanya karena mereka Muslim,” kata Clinton dikutip dari The Times of India, Senin (26/10/2026).

Pernyataan Bill Clinton ini disampaikan saat ia berbicara dalam sebuah acara kampanye dan kebaktian di Koinonia Worship Center, Florida, Amerika Serikat, di tengah rangkaian masa kampanye pertarungan Senat AS.

Clinton mengaku pertama kali membaca ayat Al-Quran atas saran putrinya, Chelsea, saat putrinya tersebut masih remaja. Seperti diketahui Chelsea adalah putri tunggal dari pasangan Bill Clinton dan Hillary Clinton. Ia memegang gelar doktor (Ph.D.) jurusan hubungan internasional dari Universitas Oxford serta magister kesehatan masyarakat (Public Health) dari Universitas Columbia.

Kini Chelsea menjabat sebagai Wakil Ketua (Vice Chair) di Clinton Foundation dan aktif menggerakkan berbagai program kesehatan global, pencegahan penyakit, serta penanganan obesitas pada anak-anak melalui Clinton Health Access Initiative.

Baca juga: Momen Hangat di Kastil Windsor: Raja Charles III Kutip Hadis Nabi Muhammad Saat Sambut Sultan Oman

Clinton mengatakan, pesan dalam ayat Al-Qur’an tersebut adalah bahwa manusia dari berbagai kelompok ditempatkan di bumi bukan untuk saling membenci, melainkan untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain. Menurut Clinton, setiap agama memiliki orang-orang yang berperilaku buruk karena manusia sendiri tidak luput dari kekurangan.

Pesan yang dikutip Bill Clinton tersebut merupakan potongan ayat Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤئِلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat:13).

Kutipan ayat Al-Qur’an ini berisi pesan yang dalam yakni tentang persamaan derajat manusia di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga perbedaan suku, bangsa, budaya, dan latar belakang diciptakan bukan untuk saling membenci, berkonflik, atau merasa lebih unggul, melainkan untuk saling mengenal, memahami, dan belajar satu sama lain. Dan ukuran kemuliaan seseorang ditentukan oleh ketakwaannya, bukan diukur dari ras, suku, atau status sosial.

Clinton pun mengungkapkan kejenuhannya terhadap konflik yang terus berlangsung di Amerika Serikat terkait agama dan budaya.

“Saya lelah dengan perang agama dan budaya di Amerika,” ujarnya.

Video: Republika

[post-views]
Selaras