Arab Saudi, mu4.co.id – Sebanyak 4.000 jemaah umrah yang mayoritas berasal dari India telantar di Saudi, karena ditinggalkan oleh agen perjalanan imbas serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.
Presiden All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen (AIMIM), Asaduddin Owaisi mendesak otoritas India segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada jemaah yang masih menunggu kepulangan, dengan meminta Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) untuk mengizinkan maskapai mengoperasikan pesawat berkapasitas lebih besar guna memulangkan para jemaah umrah yang telantar.
“Jika opsi tersebut tidak memungkinkan, Pemerintah harus mengatur penerbangan khusus,” kata Owaisi melalui platform X, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal mengatakan, Kedutaan Besar India di Riyadh dan Konsulat Jenderal India di Jeddah telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta operator perjalanan untuk mempercepat kepulangan jemaah yang terdampak.
Ia menyatakan, para jemaah umrah yang sempat telantar sebelumnya, telah kembali ke India menggunakan penerbangan khusus. Sementara itu, pengaturan kepulangan bagi jemaah lainnya masih dibahas.
Baca juga: Imbas Serangan Rudal Houthi, Bandara Riyadh Ditutup! Menhub Buka Suara
Adapun terkait dengan jemaah umrah asal Indonesia, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Heni Hamidah menyebut dipastikan aman. “Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah, dan semuanya dalam keadaan aman,” katanya.
Heni membenarkan, serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah bandara di Saudi sempat mengganggu operasional penerbangan, terutama di wilayah Riyadh. Namun, operasional penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah telah kembali normal.
Untuk mengantisipasi dampak gangguan, personel Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah disiagakan selama 24 jam di bandara. Mereka bertugas memantau kelancaran penerbangan sekaligus membantu jemaah Indonesia yang terdampak. Kemlu juga memastikan WNI, termasuk pekerja migran Indonesia yang menetap di Saudi, berada dalam kondisi aman.
Di samping itu untuk menghindari gangguan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia memilih penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah. “Bukan maskapai yang transit,” ujar Dahnil.
Dahnil juga meminta jemaah yang sedang berada di Saudi untuk fokus pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Ia mengimbau jemaah tidak melakukan perjalanan wisata ke luar Makkah dan Madinah selama situasi keamanan masih tegang.
(rm.id)












