Media Utama Terpercaya

26 Oktober 2026, 23:43
Search

Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika Terbesar di Indonesia, Kapasitas Produksi Capai 1,2 Ton

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pengungkapan laboratorium rahasia narkotika terbesar di Indonesia
Pengungkapan laboratorium rahasia narkotika terbesar di Indonesia. [Foto: Detik News]

Aceh, mu4.co.id – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap pembongkaran laboratorium narkotika rahasia (clandestine lab) di Aceh yang disebut terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 ton.

Kasus ini bermula dari pemantauan jaringan narkotika asal Tiongkok sejak Februari 2026. Penyelidikan kemudian mengungkap jalur pengiriman bahan baku, pergerakan tersangka, hingga persiapan produksi narkotika di Aceh.

“Pada bulan Februari 2026, jaringan narkotika asal Tiongkok terdeteksi. Mengangkut ratusan kilogram metamfetamin cair atau liquid methamphetamine. Dari Myanmar utara melintas ke Laos dan Thailand sebelum tiba di tujuan akhir, yaitu Banda Aceh, Indonesia, pada 18 Mei 2026,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Pidie, Aceh pada Jum’at (23/10), dikutip dari CNN, Senin (26/10).

Polisi mengidentifikasi dua warga negara China, LJ (45) dan XM (42), yang diduga menjadi peracik utama narkotika. Keduanya diketahui berangkat dari China, transit di Malaysia, lalu tiba di Banda Aceh untuk memantau situasi setempat.

Baca Juga: Selundupkan 1 Ton Narkoba, Polri Ungkap Kapal Terdaftar atas Nama Perusahaan Malaysia di Sumut!

“Pada 21 Mei 2026, dua warga asal Tiongkok selaku koki utama atau ahli kimia, yaitu Tersangka LJ (45) dan XM (42), melakukan perjalanan dari Yunan, China. Transit di Malaysia dan masuk ke Banda Aceh pada 24 Mei 2026. Kedua tersangka tersebut menginap di sebuah hotel di Banda Aceh selama 10 hari. Melakukan survei di wilayah tersebut. Kembali ke Malaysia 2 Juni 2026,” jelasnya.

Pada akhir Juli 2026, jaringan tersebut kembali mengirim hampir satu ton metamfetamin cair yang disamarkan dalam kaleng hijau bermerek Itanpro untuk menghindari pemeriksaan.

Pada Oktober, LJ dan XM kembali bergerak bersama sejumlah tersangka melalui Malaysia menuju Aceh untuk menyiapkan produksi sabu. Polisi kemudian menggerebek lima lokasi di Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe pada 22 Oktober 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas menangkap LJ dan sejumlah orang lainnya serta menemukan laboratorium narkotika rahasia. Barang bukti yang diamankan berupa puluhan drum sabu cair dan ratusan kilogram sabu kristal, dengan total sekitar 1,2 ton bruto.

“Kemudian melakukan penggeledahan, di lokasi tersebut menemukan barang 20 drum sabu cair dan kurang lebih 500 kg sabu kristal. Dengan total barang bukti yang diamankan lebih kurang 1,2 ton bruto,” tuturnya.

(CNN)

[post-views]
Selaras