Media Utama Terpercaya

22 Oktober 2026, 19:34
Search

Terdampak Asap Karhutla RI, Malaysia Bersiap Sampaikan Memorandum ke Kedubes Indonesia

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Malaysia Bersiap Sampaikan Memorandum ke Kedubes Indonesia
Malaysia diselimuti kabut asap. [Foto: Kontras Aceh]

Malaysia, mu4.co.id – Komite Khusus Parlemen Bidang Kesehatan (JKPK) Malaysia berencana mengirim memorandum kepada Kedutaan Besar RI terkait kabut asap akibat karhutla di Indonesia yang melanda negara tersebut.

Ketua JKPK, Suhaizan Kayat, menyebut dampak asap karhutla telah merambah berbagai sektor mulai dari lingkungan, kesehatan dan keselamatan warga, ekonomi, hingga hubungan diplomatik kedua negara.

“Insya Allah, besok pagi JKPK akan menyerahkan memorandum kepada Kedutaan Besar RI terkait masalah kabut asap ini,” ujar Suhaizan saat mengikuti debat anggaran 2027, dikutip dari CNN, Kamis (22/10).

Baca Juga: Malaysia Desak ASEAN Tindak Tegas Indonesia Terkait Asap Karhutla Lintas Negara!

Sementara itu Anggota JKPK, Khoo Poay Tiong, mendesak pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang diduga terlibat karhutla di Indonesia. Ia menyoroti laporan Greenpeace yang menyebut 20 perusahaan diduga terkait kebakaran tersebut, termasuk anak usaha dari salah satu perusahaan perkebunan besar Malaysia yang terdaftar di Indonesia.

“KLCC (Kuala Lumpur City Centre) sekarang berubah menjadi ‘KL Cannot See‘ karena kabut asap. Dalam debat Special Chamber, kementerian menyampaikan bahwa tidak ada informasi mengenai keterlibatan perusahaan lokal,” ujar Khoo Poay.

“Namun, dengan laporan Greenpeace, terbukti bahwa ada anak perusahaan yang terlibat. Kami harap kementerian tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang serius,” sambungnya.

Khoo meminta pemerintah Malaysia meniru langkah Singapura yang mengirim surat peringatan kepada perusahaan yang diduga terlibat karhutla di Indonesia. 

Baca Juga: Pemerintah Sambut Bantuan Negara Tetangga, Malaysia Siapkan 3 Pesawat untuk Karhutla

Sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) merilis daftar 10 perusahaan asal Indonesia yang diduga terkait kebakaran tersebut. 

NEA telah mengirim surat kepada perusahaan terkait untuk meminta penjelasan mengenai upaya pemadaman api dan pencegahan kebakaran baru. 

Malaysia dan Singapura sendiri menjadi dua negara tetangga yang terdampak kabut asap akibat karhutla di Sumatra dan Kalimantan.

(CNN)

[post-views]
Selaras