Malaysia, mu4.co.id – Dalam pembahasan Anggaran Malaysia 2027 di Dewan Rakyat, Selasa (13/10), anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mendesak negara-negara ASEAN mengambil sikap lebih tegas terhadap Indonesia terkait memburuknya kabut asap lintas negara.
Ia mengusulkan protes diplomatik bersama hingga pembatasan akses pendanaan bagi perusahaan yang terlibat pembakaran hutan dan lahan.
Saddiq menilai upaya diplomasi selama ini belum mampu mengatasi persoalan kabut asap yang terus berulang. Karena itu, ia mendorong negara terdampak termasuk Singapura dan Malaysia menyampaikan keberatan kepada Indonesia.
Baca Juga: Greenpeace: Perusahaan Malaysia & Singapura Masuk Daftar Laporan Terkait Karhutla di Indonesia
“Kita harus mengirimkan nota diplomatik yang tegas bahwa Malaysia keberatan. Ini tidak boleh hanya menjadi sikap Malaysia, tetapi harus disepakati negara-negara ASEAN lainnya yang juga terdampak,” ujar Saddiq dalam sidang parlemen dikutip dari CNBC, Jum’at (16/10).
Saddiq bahkan mengusulkan agar Indonesia dikucilkan di kawasan jika persoalan kabut asap terus berulang tanpa penanganan yang memadai.
Selain tekanan diplomatik, ia meminta lembaga keuangan Malaysia dan Singapura seperti Maybank, CIMB, dan DBS, menghentikan pembiayaan bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, perusahaan tersebut tidak semestinya tetap mendapat akses pinjaman maupun pasar modal.
(CNBC)















