Media Utama Terpercaya

20 Agustus 2026, 18:26
Search

Singapura Peringatkan Potensi Kabut Asap Jika Karhutla Indonesia Meluas

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Singapura Peringatkan Potensi Kabut Asap Jika Karhutla Indonesia Meluas
Singapura Peringatkan Potensi Kabut Asap Jika Karhutla Indonesia Meluas [Foto: mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memperingatkan potensi kabut asap yang dapat melanda wilayah mereka jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia, semakin meluas di tengah kondisi cuaca kering.

“Kondisi kering diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dengan angin yang saat ini bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura dapat mengalami kondisi berkabut asap jika kebakaran semakin meluas,” kata NEA dalam imbauannya, Senin (17/08/2026).

Diketahui, Singapura mengalami bulan Agustus yang sebagian besar kering. Hujan turun hanya dalam beberapa hari dengan durasi singkat, sehingga total curah hujan di seluruh wilayah pulau itu berada jauh di bawah rata-rata. Pembentukan awan hujan terhambat akibat massa udara kering yang menyelimuti Singapura dan sekitarnya.

Baca juga: Kalteng Diselimuti Asap Karhutla, Status Karhutla Naik Jadi Tanggap Darurat

Lebih lanjut, Badan tersebut mengatakan akan terus memantau situasi secara ketat dan menerbitkan imbauan harian mengenai kabut asap, apabila Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam memasuki kategori tidak sehat. Sejauh ini, angka PSI di Singapura tercatat mengalami kenaikan selama akhir pekan, tetapi masih dalam level moderat.

Dalam imbauan tersebut, NEA juga mengatakan kondisi Monsun Barat Daya sedang berlangsung di Singapura dan wilayah sekitarnya, dengan angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara atau barat daya. Sementara suhu udara harian maksimum diperkirakan mencapai kisaran 33-35 derajat Celsius.

Meskipun cuaca cenderung kering, hujan petir lokal berdurasi singkat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Singapura pada pagi menjelang siang dan sore hari di beberapa hari mendatang. Namun, curah hujan lokal tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk menghapus risiko datangnya kabut asap pekat dari luar wilayah. “Total curah hujan pada paruh kedua Agustus 2026 diperkirakan berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah Singapura,” tambah NEA.

(cnnindonesia.com, detik.com)

[post-views]
Selaras