NTT, mu4.co.id – Gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA dengan magnitudo 7,7 pada kedalaman sekitar 15 kilometer memiliki episentrum berada di laut, tepatnya di utara Flores. Gempa dangkal tersebut hanya memicu tsunami lokal yang terukur di sejumlah wilayah pesisir. BMKG mencatat gelombang tertinggi mencapai 1,61 meter di Reo, Manggarai dan masih tergolong aman.
Berdasarkan data pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 47 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Lebih dari 100 orang mengalami luka-luka dan lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB juga mencatat sebanyak 1.357 rumah terdampak, yang terdiri atas 914 rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
Selain itu, kerusakan juga menimpa 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah. Material longsor akibat gempa turut menutup sejumlah ruas jalan, sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Baca juga: Gempa Pagi Hari M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Getaran Terasa hingga Bali dan Sulawesi
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong guna membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap Haedar, Sabtu (15/8/2026) dilansir dari Jakartamu.
Haedar mengatakan bahwa Muhammadiyah, melalui jaringan kebencanaan dan filantropinya, terus melakukan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT, sebagai bagian dari respons awal terhadap gempa Flores. Posko tersebut berfungsi untuk memantau kondisi masyarakat terdampak, mengidentifikasi kebutuhan kemanusiaan, serta mengoordinasikan penyaluran bantuan di lapangan.
Haedar juga mengajak masyarakat luas untuk memberikan dukungan kepada warga Flores selama masa tanggap darurat, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.















