NTT, mu4.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan pemulihan layanan kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemenkes mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC), mengerahkan tim krisis dan Emergency Medical Team (EMT), serta menyiapkan rumah sakit lapangan dan logistik kesehatan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemulihan fungsi rumah sakit di wilayah terdampak menjadi prioritas untuk mengantisipasi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan.
“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak, untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” ucap Menkes Budi dikutip dari laman Kemenkes, Senin (17/8).
Budi menargetkan seluruh RSUD terdampak gempa di NTT kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam sepekan. Pemulihan diprioritaskan pada layanan esensial seperti operasi trauma, kesehatan ibu dan anak, serta hemodialisa.
Baca Juga: Gempa Dini Hari M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Getaran Terasa hingga Bali dan Sulawesi
Berdasarkan laporan Sabtu (15/8), gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota yakni Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur. RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng menjadi lokasi yang mendapat perhatian khusus.
Rumah sakit lapangan berfasilitas operasi bersama Emergency Medical Team telah dikerahkan ke kedua wilayah tersebut pada Ahad (16/8).
“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut hari ini,” terangnya.
Selain itu, Kemenkes akan mengirim satu unit Rumah Sakit Mobil ke RSUD Nagekeo pada Senin (17/8) karena telah mengalami kerusakan berat. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang operasi untuk menjaga layanan dasar dan penanganan kegawatdaruratan selama pemulihan.
Untuk mendukung rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas terdampak kembali beroperasi dalam dua pekan, terutama untuk layanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi. Koordinasi penanganan diperkuat melalui aktivasi HEOC di sembilan titik, pengiriman dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Sikka dan Ende, serta dua tim EMT ke wilayah terdampak.
Kemenkes juga menyalurkan logistik kesehatan ke wilayah terdampak pada 16 Agustus 2026, meliputi obat-obatan, Emergency Kit, sarung tangan, masker, oksigen konsentrator, dan tenda pos kesehatan. Delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung pelayanan di lapangan.
Per 15 Agustus, dari 21 rumah sakit terdampak, 16 masih beroperasi penuh, 4 sebagian, dan 1 belum beroperasi. Sementara dari 190 puskesmas terdampak, 122 beroperasi penuh, 49 sebagian, dan 19 belum beroperasi.
Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, BNPB, dan Basarnas untuk mempercepat pemulihan, memastikan ketersediaan tenaga medis, obat, alat kesehatan, serta menjaga layanan dasar tetap berjalan.
(Kemenkes)
![Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jakarta, Jum’at [14/8]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_3196-300x200.jpeg)
![Kegiatan A Safe and Healthy Working Environment, Kamis [6/8]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2596-300x210.jpeg)













