Jakarta, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama BPJS Prihati Pujowaskito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9). Dalam rapat tersebut, Prabowo menginstruksikan peningkatan layanan BPJS bagi masyarakat.
“Minggu lalu ya Pak Menkeu ya? Atau dua minggu yang lalu, (presiden) sudah menyetujui pencairan dana Rp10 triliun plus Rp10 triliun, jadi totalnya Rp20 triliun tahun ini ke BPJS,” ujar Menkes Budi dikutip dari detik news, Selasa (29/9).
Budi mengungkap Prabowo meminta agar antrean panjang BPJS diatasi dan rumah sakit tidak membedakan pelayanan pasien umum dengan peserta BPJS, serta Kemenkes diminta memastikan persoalan tersebut tidak kembali terjadi.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Bakal Dapat Tambahan Dana Tahun Depan, Menkes Dorong Skema Premi Gotong Royong
“Nah, harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan, ya. Antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” jelas Budi.
Sementara itu, Dirut BPJS Prihati Pujowaskito mengungkapkan adanya selisih antara penerimaan iuran dan pembayaran manfaat layanan kesehatan. Hingga saat ini, iuran terkumpul Rp118 triliun, sedangkan pembayaran manfaat mencapai Rp132 triliun.
Ia kemudian mengapresiasi suntikan dana Rp20 triliun dari Presiden Prabowo yang dijadwalkan cair sebelum akhir tahun untuk membantu menutup kesenjangan arus kas BPJS.
“Jadi, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, pemerintah, Pak Menteri, telah diberikan suntikan dana sebesar Rp20 T, yang Rp10 T akan cair bulan ini dan Rp10 T akan cair bulan November lah, sebelum akhir tahun,” ujar Prihati.
(Detik News)














