Media Utama Terpercaya

24 Juli 2026, 15:17
Search

Viral! Kisah Kakek Berikan Pelampung untuk Cucu Sebelum KLM Nurul Salsa Tenggelam, Keduanya Masih Hilang

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Viral Kisah Kakek Berikan Pelampung untuk Cucu Sebelum KLM Nurul Salsa Tenggelam
Viral Kisah Kakek Berikan Pelampung untuk Cucu Sebelum KLM Nurul Salsa Tenggelam [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Makassar, mu4.co.id – Seorang kakek bernama Muhammad Umar (80) yang memberikan pelampung kepada cucunya, Naura (13), sebelum KLM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (15/07/2026), viral di media sosial, dan hingga saat ini belum ditemukan.

Berdasarkan foto yang viral, tampak seorang kakek duduk di sisi kapal tepat di samping cucunya saat kapal berada dalam kondisi kritis sebelum tenggelam. Sang cucu mengenakan pelampung oranye, sementara kakek tersebut terlihat tidak memakai pelampung sambil menatap ke arah cucunya dengan tangan kirinya berada di belakang sang cucu. Penumpang lain juga terlihat telah mengenakan pelampung masing-masing. Sebagian duduk dan sebagian lainnya berdiri sambil berpegangan pada sisi kapal di tengah laut.

Camat Pasimasunggu, Nur Amin Arsyad, mengungkapkan menurut keterangan salah satu penumpang selamat, Kakek Umar, saat itu ia memilih tidak menggunakan pelampung yang tersedia, dan memilih memberikan pelampung tersebut kepada cucunya di tengah situasi panik yang terjadi di atas kapal. Terlebih, Umar merupakan penumpang paling tua di kapal tersebut.

“Foto itu diambil di kapal saat detik-detik blackout mesinnya. Keterangan warga selamat yang kami evakuasi, kakek ini sebenarnya memegang pelampung dan jaket, tetapi dia tidak mau pakai. Sepertinya karena panik di situ, karena dia paling tua di situ. Begitu diberi jaket pelampung, langsung dia berikan ke cucunya,” ujarnya, dilansir dari detik.com, Rabu (22/07/2026).

Baca juga: Kapal Ferry Tenggelam di Perairan Teluk Balikpapan, 2 Korban Masih Dalam Pencarian. Ini Penyebabnya!

Sebelumnya, kapal bermuatan 78 orang ini mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, dihantam cuaca ekstrem, hingga pompa airnya rusak. Dari total 78 orang diatas kapal, 59 orang berhasil diselamatkan, 18 orang masih dinyatakan hilang (termasuk Umar dan Naura) dan 1 orang terkonfirmasi meninggal.

Hingga Rabu, 22 Juli 2026: Tim SAR Gabungan kini memperluas radius penyisiran hingga 2.924 mil laut persegi menggunakan armada KRI dan pesawat pengintai TNI. Fokus pencarian dialihkan ke arah barat daya Selayar hingga perairan NTB akibat pergerakan arus laut.

Diketahui, Umar berangkat bersama keluarganya usai menghadiri acara keluarga dan hendak kembali menggunakan KLM Nurul Salsa. Orang tua Naura tidak ikut dalam pelayaran tersebut, karena selama masa libur sekolah, Naura tinggal bersama nenek dan kakeknya sehingga ikut pulang menggunakan kapal bersama keluarga besarnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan korban selamat bernama Nawir, Umar dan Naura sempat bertahan menggunakan gabus setelah kapal tenggelam. Namun keduanya kemudian terpisah di tengah laut saat kondisi gelap dan ombak besar. Nawir kemudian berusaha berenang mengejar sebuah kapal yang terlihat dari kejauhan dengan harapan dapat meminta pertolongan. Namun saat Nawir berhasil mendekati kapal dan kembali ke lokasi semula, gabus yang ditumpangi Naura bersama beberapa korban lainnya sudah tidak ditemukan lagi.

“Hingga sekarang Naura dan kakeknya masih dalam pencarian. Foto itu menjadi salah satu potret yang paling menyentuh dari tragedi KLM Nurul Salsa,” pungkasnya.

[post-views]
Selaras