Media Utama Terpercaya

16 Juni 2026, 17:46
Search

DEN Targetkan Indonesia Stop Impor Solar dan Avtur pada 2026

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
DEN Targetkan Indonesia Stop Impor Solar dan Avtur
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4..co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan Indonesia menargetkan penghentian impor BBM jenis solar dan avtur pada 2026, disusul bensin pada 2028 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi. 

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu menyiapkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan teknis hingga optimalisasi kapasitas kilang dalam negeri dan pemanfaatan energi nabati.

“Kita ingin menuju ke kedaulatan energi ya kalau kita lihat kemandirian energi itu caranya salah satunya Pak yang bisa kita lakukan sekarang menghentikan impor solar 2026. Kita impor menghentikan impor daripada avtur akhir 2026. Bensin Ron 92, 95, 98, 2028,” terang Anggota DEN Satya Widya Yudha dikutip dari CNBC, Selasa (16/6).

Target pengurangan impor BBM juga akan didukung melalui pemanfaatan biodiesel untuk solar dan bioetanol untuk bensin guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. DEN menekankan pentingnya kesiapan kilang dalam negeri agar mampu mengolah campuran biofuel tersebut. 

Baca Juga: Wamenlu: Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Andalkan Pasokan Minyak dari Afrika

Melalui langkah ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada pasar energi global.

“Mudah-mudahan kedaulatan energi bisa kita capai dan kita sebagai negara yang berdaulat dan insyaallah tujuan kita untuk memaslahatkan masyarakat kita mewujudkan negara kesejahteraan menjadi cita-cita kita bersama,” ucapnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan Indonesia menargetkan penghentian impor avtur pada 2027 seiring mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. 

Melalui proyek tersebut, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi BBM beroktan tinggi, seperti RON 92, RON 95, dan RON 98, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar RI di Balikpapan Senilai Rp123 Triliun!

“Termasuk avtur Bapak Presiden. Jadi avtur juga 2027 Insya Allah tidak lagi kita melakukan impor. Kedepan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden kita hanya mengimpor crude nya saja. Kalau ini mampu kita lakukan maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, beroperasinya kilang RDMP Balikpapan berpotensi menghemat devisa hingga sekitar Rp60 triliun per tahun karena mampu memproduksi 5,8 juta kiloliter bensin. Produksi tambahan tersebut akan mengurangi kebutuhan impor bensin secara signifikan. 

Sementara untuk solar, pemerintah menargetkan penghentian impor dalam waktu dekat melalui penerapan biodiesel B40 hingga B50 dan peningkatan kapasitas kilang dalam negeri, sehingga kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari produksi domestik.

(CNBC)

[post-views]
Selaras