Jakarta, mu4.co.id – Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyebut Indonesia tidak terlalu khawatir terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz karena pasokan minyak nasional kini banyak berasal dari negara-negara Afrika yang tidak bergantung pada jalur tersebut.
“Kalau mengenai masalah minyak, jadi strategi kita itu adalah sekarang ini kita mendapatkan pasokan dari kawasan yang tidak memerlukan lewat Hormuz. Jadi kita banyak kerja sama sekarang dengan Aljazair, Nigeria, Angola, di Afrika. Jadi banyak pasokan minyak dari Afrika,” ungkap Arif dikutip dari Kompas, Jum’at (12/6).
Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama pasokan migas dengan Venezuela dan sejumlah negara di Amerika Latin guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Pasokan Minyak Dunia Terancam
“Kami melihat banyak negara di kawasan tersebut yang memiliki potensi minyak dan gas. Hampir seluruh negara di Amerika Latin memiliki potensi itu,” ucapnya.
Arif mengatakan Indonesia tetap mencermati perkembangan ekonomi global akibat penutupan Selat Hormuz.
Pasalnya, jalur tersebut dilalui sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut, sehingga gangguan di kawasan itu berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memengaruhi berbagai sektor, seperti migas, plastik, dan pupuk di tingkat global.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh pelayaran internasional hingga waktu yang belum ditentukan, yang disebabkan oleh konflik Iran–AS.
(Kompas)














