Makkah, mu4.co.id – Usai puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah dan Mina, tercatat tiga jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang wafat di Tanah Suci.
Sementara itu, jemaah yang mengambil nafar awal mulai kembali secara bertahap ke Makkah dan menempati hotel masing-masing untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum persiapan pemulangan ke Indonesia.
Jemaah terakhir yang dilaporkan wafat adalah Abu Yazid Bustami bin Masdar Mahdi (52), asal Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ia meninggal pada Jum’at (29/5) pukul 20.56 WAS setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi Mina sejak sekitar pukul 06.00 WAS.
“Termasuk Abu Yazid Bustami, jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang wafat di Tanah Suci jadi tiga orang,” ungkap Ketua Kloter BDJ 11 Asdiansyah dikutip dari Suar Indonesia, Senin (2/6)
Baca Juga: Innalillahi, Satu Jemaah Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin Wafat di Makkah
Setelah kabar wafat diterima, jemaah bersama petugas menggelar doa bersama di tenda Mina untuk mendoakan almarhum.
“Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisinya membaik dan diperbolehkan kembali ke tenda pada pukul 15.53 WAS. Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 19.45 WAS, kondisi almarhum kembali menurun dan mengalami penurunan kesadaran,” jelas Asdiansyah.
Sebelum Abu Yazid, dua jemaah Embarkasi Banjarmasin lebih dahulu wafat di Tanah Suci. Mereka adalah Muhammad Darmawan (66), asal Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang meninggal saat menjalani perawatan di RS Al Noor, Makkah, pada 14 Mei 2026 akibat syok kardiogenik.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia 2026 Yang Wafat Bertambah, Segini Datanya!
Jemaah lainnya yakni Maniah Abdullah Ibai (64), asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, wafat saat menjalani wukuf di Padang Arafah pada 25 Mei 2026 sekitar pukul 13.25 WAS. Sebelumnya, almarhumah sempat mengalami sesak napas, saturasi oksigen rendah, serta kehilangan nafsu makan dan menjalani perawatan selama lima hari di RS Al Noor.
Kondisinya sempat membaik dan kembali bergabung dengan kloter, namun sesak napas kembali muncul saat berada di Arafah. Meski telah mendapatkan penanganan medis di klinik setempat, almarhumah akhirnya meninggal dunia akibat henti jantung, gangguan pernapasan, dan pneumonia.
(Suar Indonesia, Antara)














