Media Utama Terpercaya

26 Mei 2026, 17:59
Search

Isu Pembatasan Pembelian Pertalite Untuk Mobil 1.400 CC. Benarkah?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pembatasan Pertalite
Ilustrasi pembatasan pembelian BBM pertalite. [Foto: AI/mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Pertamina Patra Niaga menegaskan kabar yang beredar di media sosial terkait pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite berdasarkan merek maupun kapasitas mesin kendaraan mulai 1 Juni 2026 adalah informasi tidak benar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan hingga saat ini belum ada kebijakan maupun arahan resmi dari pemerintah mengenai pembatasan pembelian Pertalite untuk kendaraan tertentu.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” ujarnya dilansir dari CNN Indonesia, Ahad (24/5).

Baca juga: Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Pertamina. Ini Alasannya!

Ia menegaskan distribusi dan penyaluran Pertalite masih berjalan normal seperti biasa. Pertamina juga memastikan kebijakan Subsidi Tepat yang saat ini dijalankan hanya bertujuan mendukung penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran, bukan membatasi kendaraan tertentu membeli Pertalite.

Menurutnya, Pertamina akan tetap mengikuti seluruh kebijakan resmi pemerintah dalam menjalankan distribusi energi kepada masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih yang ramai beredar di media sosial.

Baca juga: Heboh! Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax. Ini Penjelasan Pertamina!

“Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan,” tegas Roberth.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum menyebarkannya kembali di ruang digital agar terhindar dari hoaks dan informasi menyesatkan.

(CNN Indonesia)

[post-views]
Selaras