Ternate, mu4.co.id – Sejumlah telepon genggam warga di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara dinilai lebih lambat satu jam dari jam normal biasanya pada zona Waktu Indonesia Timur (WIT), Jumat (22/05/2026) pagi.
Salah seorang warga, Darwis Gorontalo, mengaku dirinya dan keluarga sempat kebingungan akibat perubahan waktu tersebut. Ia mengatakan perbedaan waktu itu berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk jadwal ibadah dan jam kerja.
“Saya alami hal yang sama. Semestinya saya salat subuh itu jam 05.00 WIT, ternyata itu jam 06.48 WIT. Kebiasaan istri saya masuk kantor pukul 07.30 WIT, tadi kurang dua menit hampir terlambat masuk kantor. Ini berarti ada perubahan jam. Saya juga tanya ke teman-teman ternyata benar,” ungkap Darwis dikutip dari beritasatu.com, Jumat (22/05/2026).
Hal serupa juga dirasakan warga lainnya, seorang pengemudi ojek di Ternate, Laat yang mengaku menemukan perbedaan waktu hingga satu jam antara telepon genggam miliknya dengan milik rekannya. “Tadi itu saya lihat berbeda satu jam dengan teman saya. Saya lihat pada pukul 09.00 WIT tadi di hand phone. Kaget sih,” ujarnya.
Baca juga: Kenapa Cuaca Pagi Hari Panas dan Sore Hari Hujan? Ini Jawabannya!
Berkaitan dengan hal itu, Petugas Operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Bayu Merdeka, menjelaskan fenomena yang dialami warga tersebut bukanlah disebabkan rotasi bumi maupun fenomena alam lainnya.
Ia menilai, perbedaan waktu tersebut diduga terjadi akibat gangguan sistem teknologi pada perangkat telepon genggam atau layanan jaringan yang digunakan masyarakat.
Bayu menegaskan hingga saat ini BMKG tidak mendeteksi adanya perubahan waktu resmi. Ia juga menyebut masyarakat dapat memantau waktu standar melalui layanan resmi BMKG.
“Terkait dengan fenomena alam ataupun gempa, petir, atau apa, sampai sekarang belum ada. Itu kemungkinan besar ada kesalahan atau gagal menerima informasi dari penyedia layanan, baik dari contohnya Telkomsel, internet, ataupun GPS. Hand phone yang kita pakai semuanya tergantung dari layanan jaringan as a service,” jelasnya.















