Media Utama Terpercaya

16 Mei 2026, 16:19
Search

Dugaan Bullying Siswa SMP Swasta Banjarbaru Jadi Sorotan, Wali Kota Turun Tangan Dorong Mediasi dan Pendampingan Anak

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Wali Kota Banjarbaru Turun Tangan Soal Dugaan Bullying Siswa SMP Swasta di Banjarbaru
Wali Kota Banjarbaru Turun Tangan Soal Dugaan Bullying Siswa SMP Swasta di Banjarbaru [Foto: Media Center Banjarbaru]

Banjarbaru, mu4.co.id – Dugaan kasus perundungan (Bullying) terhadap seorang siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Banjarbaru memunculkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Banjarbaru.

Respon tersebut dilakukan sebagai upaya agar persoalan tidak semakin melebar dan berdampak pada psikologis anak-anak yang terlibat. Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby meminta seluruh dinas terkait untuk terlibat aktif dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut melalui pendekatan mediasi dan perlindungan anak.

“Ulun minta Kepala DP3APMP2KB Banjarbaru, Dinas Pendidikan, Kabag Hukum dan Tim Ahli bidang hukum agar segera membantu mediasi melalui Posbakum,” ujar Lisa, dikutip dari banjarbaruemas.com, Kamis (14/05/2026).

Dirinya menilai, penyelesaian secara kekeluargaan perlu diutamakan mengingat kedua belah pihak sama-sama merupakan warga Banjarbaru. Ia menegaskan, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan hak dan masa depan anak tetap terlindungi di tengah persoalan yang terjadi.

“Apapun yang dilakukan orang tua harus mempertimbangkan psikologis dan kemajuan belajar anak. Jangan sampai permasalahan ini malah mengganggu perkembangan masing-masing anak ke depannya. Masih panjang perjalanan anak-anak menuju cita-citanya, jadi harus dipilih penyelesaian terbaik untuk mereka,” katanya.

Baca juga: Tragedi Ustazah HN, Pemko Banjarbaru Beri Dukungan Moril dan Pendampingan untuk Keluarga

Lebih lanjut, Lisa meminta agar Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh satuan pendidikan agar budaya sekolah aman dan nyaman benar-benar diterapkan secara konsisten. Ia menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, saling menghormati, serta tumbuh dalam suasana ramah dan bebas dari kekerasan.

Selain itu, sekolah juga diminta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi kekerasan maupun perundungan di lingkungan pelajar. Ia pun berharap ke depan tidak ada lagi kasus perundungan maupun kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah di Banjarbaru.

“Kejadian ini harusnya menjadi yang terakhir terjadi di Banjarbaru. Ini sangat kita sesalkan dan sangat mencoreng dunia pendidikan di daerah kita. Sejak kecil anak-anak harus paham, perundungan itu tidak baik, mengejek atau menghina itu tidak baik,” tegas Lisa.

Sementara itu, Kepala DP3APMP2KB, Banjarbaru Ema Epiyana menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan Wali Kota Banjarbaru. Ia mengaku telah melakukan pendampingan sejak awal kasus mencuat dan akan terus mengawal prosesnya bersama aparat kepolisian serta pihak terkait lainnya agar persoalan tidak semakin berdampak terhadap kondisi mental maupun masa depan anak-anak yang terlibat.

“Untuk pendampingan kita sudah dari awal kasus. Selanjutnya nanti bersama Polres, pendampingan akan diupayakan untuk mediasi kembali terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus tersebut bermula dari persoalan di lingkungan sekolah itu yang berkembang menjadi perkara hukum yang melibatkan dua pihak keluarga. Orang tua korban melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak ke Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, sementara ayah korban sebelumnya lebih dulu dilaporkan oleh orang tua terduga pelaku ke Polres Banjarbaru.

[post-views]
Selaras