Media Utama Terpercaya

6 April 2026, 00:12
Search

Harga Minyak Dunia Melonjak Capai US$140, Tertinggi Sejak 2008!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Harga Minyak Dunia Tertinggi Sejak 2008
Harga Minyak Dunia Tertinggi Sejak 2008 [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Harga minyak mentah dunia melonjak melewati US$140 pada Kamis, menjadi level tertinggi sejak 2008 saat Rusia menginvasi Ukraina, yakni Minyak jenis Brent, harga pengiriman yang dibeli dan dijual di Laut Utara, mencapai US$141,37, berdasarkan data S&P Global.

Minyak Brent sendiri menjadi acuan bagi sejumlah besar transaksi, di mana kargo fisik dibeli dan dijual, dan volume pasokan yang besar telah hilang akibat perang di Iran. Di sisi lain, pasar berjangka lebih didominasi oleh perdagangan finansial dalam apa yang disebut “barel kertas”.

Seperti yang diketahui, Selat Hormuz kini telah ditutup selama lebih dari sebulan, menciptakan Badan Energi Internasional (IEA) sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak. Jalur air tersebut mengangkut sekitar seperlima dari aliran minyak mentah dunia, dan para pengolah minyak telah berupaya keras untuk mendapatkan barel apa pun yang dapat mereka temukan.

Baca juga: Campur Pertalite dan Pertamax Biar Irit, Aman atau Justru Merusak Mesin?

Terakhir kali Brent mencapai level setinggi ini adalah 18 tahun yang lalu, ketika krisis keuangan global yang telah memanas selama berbulan-bulan berada di ambang menghentikan reli harga minyak mentah bersejarah.

Kenaikan harga saat ini mencerminkan tingginya permintaan di Laut Utara, di mana para pedagang telah menawar kargo dengan premi tertinggi dalam sejarah selama beberapa hari terakhir.

Berbeda dengan Brent, kontrak berjangka Brent acuan yang diperdagangkan di Intercontinental Exchange Inc. masih berada di bawah level tahun 2022, dengan harga diperdagangkan mendekati US$107 pada hari Kamis. Hal ini disebabkan karena nilai Dated Brent mencerminkan harga minyak mentah untuk periode pengiriman yang berbeda dan lebih dekat.
(bloombergtechnoz.com)

[post-views]
Selaras