Media Utama Terpercaya

25 Mei 2026, 12:40
Search

Penyaluran KUR Kalsel Capai Rp 1,28 Triliun, Didominasi Pertanian

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penyaluran KUR Kalsel Capai Rp 1,28 Triliun
Penyaluran KUR Kalsel Capai Rp 1,28 Triliun [Foto: Diskominfo Kalsel]

Banjarmasin, mu4.co.id – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Triwulan I 2026 menunjukkan tren positif dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di daerah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan sampai dengan 31 Maret 2026, realisasi penyaluran KUR di Kalimantan Selatan telah mencapai Rp1,28 triliun atau 24,78% dari target sebesar Rp5,15 triliun. Penyaluran tersebut diberikan kepada 18.001 debitur, dengan dominasi penyaluran secara konvensional sebesar Rp1,23 triliun atau 96,39%, sedangkan penyaluran berbasis syariah mencapai Rp46,17 miliar atau 3,61%

“Capaian ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di Kalimantan Selatan terus bergerak positif. KUR menjadi instrumen penting untuk menjaga daya tahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, dikutip dari laman Diskominfo Kalsel, Selasa (12/05/2026).

Baca juga: Pemprov Kalsel Perluas Asuransi Gagal Panen, Petani Bisa Terima Ganti Rugi Rp6 Juta per Hektare. Begini Caranya!

Secara nasional, Kalimantan Selatan berada pada peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR, serta menempati posisi kedua se-Kalimantan. Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp449,70 miliar atau 35,21 persen kepada 8.804 debitur. Sementara itu, skema mikro mendominasi penyaluran dengan nilai Rp820,84 miliar atau 64,27 persen kepada 10.298 debitur.

Untuk wilayah penyaluran, Kota Banjarmasin mencatatkan realisasi tertinggi sebesar Rp230,11 miliar kepada 2.560 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp179,67 miliar kepada 1.789 debitur, serta Kabupaten Banjar sebesar Rp133,24 miliar kepada 2.123 debitur.

Adapun dari sisi lembaga penyalur, Bank Rakyat Indonesia atau BRI menjadi penyalur terbesar dengan capaian Rp836,20 miliar kepada 15.461 debitur. Selanjutnya disusul oleh Bank Mandiri sebesar Rp149,80 miliar kepada 1.289 debitur, serta Bank Negara Indonesia atau BNI sebesar Rp130,70 miliar kepada 394 debitur.

Catur menegaskan, Kanwil DJPb Kalimantan Selatan terus memperkuat fungsi pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur agar penyaluran pembiayaan dapat berjalan tepat sasaran.

“Kolaborasi strategis dengan seluruh mitra penyalur akan terus kami tingkatkan agar keberhasilan penyaluran di wilayah-wilayah pertumbuhan seperti Banjarmasin dapat diperluas secara merata ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Langkah ini penting untuk mempercepat distribusi modal yang akuntabel sekaligus menjadi penggerak ekonomi inklusif di daerah,” pungkasnya. 

[post-views]
Selaras