Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menerbitkan imbauan resmi terkait perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penyesuaian operasional penerbangan internasional, tertanggal 28 Februari 2026.
Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam merespons dinamika situasi kawasan, sekaligus memastikan jemaah umrah Indonesia tetap mendapatkan perlindungan dan pendampingan selama berada di Arab Saudi maupun dalam proses perjalanan.
Dalam imbauan itu, Kemenhaj menyampaikan bahwa sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, hingga pembatalan. Karena itu, jemaah diminta untuk secara berkala memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat. Ia mengimbau kepada keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang apabila anggota keluarganya sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Puncak Umrah Ramadhan 1447, 12 Mobil Tahallul Gratis Siap Layani Jamaah di Masjidil Haram
Selain itu, dirinya juga meminta agar seluruh PPIU senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemerintah pun berkomitmen memberikan pelindungan maksimal kepada seluruh jemaah dan memastikan setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah.
(himpuh.or.id, haji.go.id)












![Chairul Tanjung saat mengisi pidato di Pengkajian Ramadan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jum’at [27/2]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_6775-300x200.jpeg)

