Banjarmasin, mu4.co.id – Barangkali ada yang bertanya: “Mengapa anak-anak dibiarkan bermain bola di lingkungan masjid? Apa tidak bikin kotor? Apa tidak bikin ribut?”
Justru sekarang ini di saat lapangan bola sudah sulit dijumpai di sekitar rumah kita, karena banyak yang beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk dan bangunan-bangunan tinggi. Anak-anak bingung mau main kemana? Apalagi sampai keluyuran tak jelas.
Masjid Al Jihad Banjarmasin yang dikenal sebagai masjid ramah anak, malah menyediakan ruang untuk anak-anak bermain bola di aula halaman masjid. Bukan tanpa alasan, karena untuk mengajak anak-anak senang datang ke masjid bermain bola.
Ya, untuk bermain bola, bukannya untuk sholat? Setidaknya di usia mereka yang masih belia dan belum baligh, biarkan mereka asyik dengan dunianya dulu. Bermain, tertawa dan bahagia. Asalkan saat adzan berkumandang, anak-anak ini berhenti bermain. Lalu perlahan-lahan di ajak berwudhu, masuk ke dalam masjid, ikut shalat, belajar membaca Al-Qur’an gratis, bahkan diberi makanan berbuka puasa gratis.
Biarkan mereka menikmati suasana teduh, tenang dan damai berada di dalam lingkungan masjid dengan tanpa paksaan, apalagi disuruh-suruh. Kecintaan terhadap masjid itu akan tumbuh dengan sendirinya seiring waktu karena seringnya mereka berada di lingkungan masjid.
Karena kelak mereka inilah, anak-anak ini yang akan mengisi shaf-shaf sholat di masjid, mereka lah yang akan menjadi muadzin-muadzin, mereka lah yang akan menjadi imam-imam besar penghafal Al-Qur’an, generasi penerus yang akan menggantikan estafet perjuangan dakwah Islam.










![Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260228-WA0002-300x200.jpg)




