Jakarta, mu4.co.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan rencana pembelian 50 pesawat Amerika Serikat dalam kesepakatan dagang terbaru akan dijalankan oleh Garuda Indonesia. Ia menyebut komitmen tersebut merujuk pada pembelian pesawat buatan Boeing sesuai kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART), meski detail teknis masih menjadi ranah maskapai.
“Iya Garuda Indonesia semua, bukan (maskapai lain)” ungkap Dudy dikutip dari Bisnis.com, Jum’at (27/2).
Pekan lalu, Indonesia dan AS menandatangani kesepakatan dagang bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance yang memuat komitmen perdagangan timbal balik.
Baca Juga: Indonesia Setujui Impor Beras dan Ayam dari AS, Bagian Kesepakatan Dagang Prabowo–Trump
Salah satu poinnya mewajibkan pengadaan pesawat komersial dan layanan terkait senilai US$13,5 miliar (sekitar Rp227,9 triliun). Komitmen ini bukan hal baru dan sejalan dengan rencana Garuda Indonesia menambah 100 armada hingga 2029.
Sebelumnya, kesepakatan pembelian 50 pesawat Boeing telah dilakukan, namun baru satu unit dikirim, sementara sisanya dijadwalkan paling cepat mulai 2031. Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan menegaskan proses pengadaan akan dijalankan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.
“Kami pastikan, setiap rupiah dalam pengadaan ini, dikelola secara bertanggung jawab. Kehadiran KPK memperkuat komitmen kami terhadap integritas,” ujar Wamildan.
Karena itu, Garuda Indonesia menilai diperlukan payung hukum yang tegas serta rekomendasi mitigasi risiko agar transaksi tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang.
(Bisnis.com)











