Media Utama Terpercaya

26 Februari 2026, 07:23
Search

Jemaah Tawaf Penuh Saat Ramadhan 1447 H, Ustaz Riza Rahman Berbagi Tips Agar Ibadah Optimal!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Jemaah umrah padat
Jemaah memenuhi area mataf di bulan Ramadhan 1447 H [Foto: KSA Qur'an TV]

Makkah, mu4.co.id – Antusias jemaah yang ingin beribadah umrah di bulan Ramadhan sangat tinggi. Terbukti pada pekan pertama Ramadhan 1447 H ini, nampak jemaah dari seluruh dunia memadati kawasan Masjidil Haram, Makkah.

Otoritas Pengelola masjid suci Masjidil Haram mengumumkan catatan rekor baru pada hari Sabtu, 4 Ramadan 1447 H / 21 Februari 2026. Disebutkan lebih dari 904.000 jemaah melaksanakan ibadah umrah dalam satu hari tersebut, ini adalah angka harian tertinggi sepanjang musim umrah saat ini. Jumlah tersebut termasuk jemaah yang menunaikan tawaf, salat, dan ibadah sunnah lain di kawasan Masjidil Haram.

Berdasarkan pemantauan ustaz Riza Rahman yang saat ini sedang berada di kota Makkah Al-Mukarramah mengungkapkan jemaah yang melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah selalu penuh di bulan Ramadhan ini, baik di siang maupun di malam hari. Padahal biasanya di bulan-bulan lainnya, jemaah yang melaksanakan tawaf di siang hari lebih sedikit dibandingkan di malam hari.

“Jemaah selalu penuh, baik siang atau malam. Bahkan sampai memenuhi sisi terakhir pelataran Ka’bah,” ungkap ustaz Riza Rahman kepada mu4.co.id, Rabu (25/2/2026).

Menjelang sholat shubuh, area pelataran Ka’bah semakin dipenuhi jemaah. Sementara itu, untuk jalur tawaf di lantai 2 terlihat agak lengang di siang hari, tetapi menjadi penuh dengan jemaah saat di malam hari. Dan diperkirakan ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, jalur di lantai 2 ini pun akan dipadati oleh jemaah.

Sedangkan di area halaman luar Masjidil Haram juga ramai jemaah terlebih menjelang sholat Shubuh.

Baca juga: Bagaimana Suasana Buka Puasa Ramadhan 1447 H di Masjidil Haram? Ustaz Riza Rahman Bagikan Kisahnya!

Menyikapi kondisi padatnya jemaah yang melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah ini, ustaz Riza Rahman berbagi tips untuk jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah, yaitu:

  1. Untuk menjaga stamina dalam meraih kualitas ibadah, usahakan makan pada saat sahur, kalau perlu ditambah kurma, madu, dan vitamin agar tubuh fit dan bugar.
  2. Dalam kondisi tertentu, boleh kerjakan sholat Dzuhur dan Ashar di-jamak qashar. Yaitu sholat Dzuhur ikut imam, lalu berdiri kerjakan sholat Ashar dipendekkan jadi 2 rakaat (qashar), dengan begitu ada waktu istirahat yang lebih panjang, agar mempersiapkan kondisi tubuh untuk mengerjakan sholat tarawih yang lumayan lama di malam harinya.
  3. Atau bisa juga sholat Dzuhur dikerjakan (digabung) di waktu Ashar (jamak takhir), sehingga waktu istirahat lebih panjang di siang hari, agar tidak terlalu memforsir tenaga karena sedang berpuasa. 

Landasan dalilnya sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Asy-Sya’tsa’ Jabir berkata, Aku mendengar Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma berkata,

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَمَانِيًا جَمِيعًا وَسَبْعًا جَمِيعًا قُلْتُ يَا أَبَا الشَّعْثَاءِ أَظُنُّهُ أَخَّرَ الظُّهْرَ وَعَجَّلَ الْعَصْرَ وَعَجَّلَ الْعِشَاءَ وَأَخَّرَ الْمَغْرِبَ قَالَ وَأَنَا أَظُنُّهُ

Aku pernah shalat bersama Rasulullah ﷺ delapan rakaat dengan dijamak dan tujuh rakaat dengan di jamak.'”

Aku tanyakan, “Wahai Abu Asy-Sya’tsa’, dugaanku beliau mengakhirkan Dzuhur dan menyegerakan Ashar (jamak takhir) dan menyegerakan Isya mengakhirkan Magrib” (jamak takhir).

Dia berkata, “Aku juga menduga begitu“. (HR. Bukhari No.1174, Shahih).

Dijelaskan dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkata,

أَقَمْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ تِسْعَ عَشْرَةَ نَقْصُرُ الصَّلَاةَ

Kami tinggal bersama Nabi ﷺ dalam sebuah safar selama sembilan belas hari, yang sekian lama itu pula kami lakukan qashar.” (HR. Bukhari No.4301, Shahih).

Video: mu4.co.id
[post-views]
Selaras